|

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister TA 2021/2022

Jadwal Seleksi

Seluruh proses, tahap admisi, dan unggah dokumen persyaratan program-program studi di UGM dikelola secara terpusat melalui laman: um.ugm.ac.id

Alur Seleksi

Prosedur dan pembuatan akun pendaftaran online Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2021/2022 dapat diakses di sini

Similar Posts

  • Comprehensive Clinical Nursing Skills (CCNS) pada masa Pandemi COVID-19

    “Walaupun banyak perkuliahan dialihkan melalui daring, namun, sense of caring dan keterampilan keperawatan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi” CCNS yang diselenggarakan secara luring pada 10-26 Agustus 2020 lalu merupakan komitmen Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM untuk tetap menjaga kualitas lulusan yang professional dan kompeten. CCNS adalah blok khusus dalam kurikulum S1 keperawatan di FK-KMK untuk menyiapkan mahasiswa dan mereview kembali semua pengetahuan, keterampilan, dan memantabkan diri sebelum menjalani program profesi di klinik maupun komunitas. CCNS kali ini diselenggarakan dengan protap yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Tentu saja protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 merupakan protokol wajib dipatuhi oleh seluruh mahasiswa dan penguji dalam CCNS tahun ini. Dimulai dengan pembatasan jumlah mahasiswa yang mengikuti ujian per hari, pengkajian status kesehatan, cuci tangan secara rutin, serta penggunaan masker dan face shield selama kegiatan berlangsung di simulated hospital. Sukses dan semangat untuk calon-calon Ners yang akan memasuki tahap profesi!

    “Caring is the essence of NURSING” – Jean Watson

    Competence~Altruism~Respect~Empathy (Kontributor: Alen; Foto: Alen)

  • | |

    WEBINAR NERS CAREER TALK 2021

    Halo, Calon-Calon Nurse Indonesia!👋
    Kalian bingung setelah lulus studi S1 atau profesi Keperawatan ingin berkarir dimana?🤔

    Tak perlu risau dan khawatir!

    Tahun ini IPE HIMIKA FK-KMK UGM mengadakan Webinar Ners Career Talk 2021 untuk menjawab kekhawatiran sobat nurse semua, tentunya dengan pembicara ya
    dan topik yang spektakuler, yaitu:

    1. Nuzul Sri Hertanti, S.Kep., Ns., MS
    (Research Nurse)
    2. Gabi Ceria, S.Kep., Ns.
    (SCA Nurse / Perawat ASN)
    3. Dimas Septian Eko Wahyu Sumunar, S.Kep., Ns.
    (Travel Nurse)

    Tak lupa juga webinar ini akan dipandu oleh :
    MC: Syusputri Ilham N.
    (Staff IPE HIMIKA FK-KMK UGM)
    Moderator: Mifta Yusri Isnani
    (Staff IPE HIMIKA FK-KMK UGM)

    Ayo segera daftarkan dirimu Sekarang juga di link berikut:
    http://bit.ly/PendaftaranNersCareerTalk
    http://bit.ly/PendaftaranNersCareerTalk
    http://bit.ly/PendaftaranNersCareerTalk

    Jangan lupa catat tanggal dan waktu acaranya ya:
    📅: Minggu, 14 November 2021
    ⏰: 08.45-12.30 WIB
    📍: Zoom Meeting dan streaming YouTube HIMIKA FK-KMK UGM
    🎁: E-sertifikat dan Doorprize

    📞Contact person:
    wa.me/6285808267673 (Bagus)
    wa.me/6281216355042 (Syus)

    Penasaran berbagai informasi acara kegiatan lainya?
    Jangan lupa pantengin terus Instagram HIMIKA FK-KMK UGM ✨
    Sampai Jumpa! ☺️

  • | |

    PROGRAM KERJA PRAKTIK HDSS SLEMAN

    HDSS Sleman membuka kesempatan bagi mahasiswa dan umum untuk melakukan kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman guna menerapkan ilmu, mendapatkan pengalaman di dunia kerja, membangun jejaring profesional, dan meningkatkan kompetensi diri.

    Dalam kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman, peserta kerja praktik akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan HDSS Sleman yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta kerja praktik. Adapun beberapa keterampilan yang dapat dipelajari selama kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman, adalah sebagai berikut:

    • Manajemen Proyek Penelitian
    • Manajemen Proyek Pengabdian Masyarakat
    • Publikasi hasil penelitian
    • Pengembangan aplikasi kuesioner digital
    • Manajemen data
    • Analisis data kesehatan populasi

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai alur dan persyaratan, dapat diakses melalui tautan berikut https://hdss.fk.ugm.ac.id/pendidikan/

  • | | |

    Program Gamatirta sebagai Implementasi dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang Optimal, Tersistem, dan Terintegrasi

    Tirtohargo, Kretek, Bantul. Kamis (9/6) Tim PKM-PM GAMATIRTA “Gerakan Masyarakat Tirtohargo Tangguh Bencana” melangsungkan program pelatihan kesiapsiagaan bencana, meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan Psychological First Aid diikuti oleh workshop serta simulasi langsung oleh Kader FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) berkolaborasi dengan BPBD DIY dan PSIK FK-KMK.

    Program tersebut digagas oleh Tim Gamatirta yang terdiri dari Ferdinan Eka (Geofisika’19), Faiz Indra (PSIK’19), Nadia Safa (PSIK’19), Afif Arrahul (Psikologi’19), dan Sekar Arvianda (Psikologi’20), dengan pembimbing Bpk Sutono, S.Kp., M.Sc.,M.Kep. Gamatirta sendiri bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana alam masyarakat Desa Tirtohargo melalui perpanjangan tangan dari Kader FPRB desa setempat.

    “Gamatirta merupakan solusi alternatif yang aplikatif dalam mempersiapkan Desa Tirtohargo menghadapi potensi ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami. Terlebih, desa ini memang sangat rentan terpapar potensi kedua bencana tersebut apabila dilihat dari lokasinya yang berbatasan langsung dengan zona subduksi di selatan Jawa dan dekat dengan zona Sesar Opak” ujar Ferdinan Eka selaku ketua Tim Gamatirta.

    “Sebagai salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi korban jiwa akibat bencana, Gamatirta menjadi aksi yang relevan dan mudah untuk dilakukan. Harapannya, dengan adanya program Gamatirta ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Tirtohargo dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui FPRB-nya”  ucap Ferdinan Eka selaku Ketua Tim Gamatirta.

    Lebih dari 25 orang Kader FPRB turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program yang terdiri dari Sembada (Seminar kebencanaan dan dampaknya), Pelita (Pelatihan Tangguh Bencana), dan Simultan (Simulasi Tanggap Bencana). Program unggulan tersebut diiringi dengan beberapa program penunjang, seperti peninjauan sarana prasarana dan fasilitas (papan informasi, plangisasi, dan inventarisasi alat P3K), penanaman mangrove massal bersama komunitas magrove desa setempat, dan pemberian booklet pedoman/buku saku kebencanaan kepada Kader FPRB untuk mendukung keberlanjutan serta kemandirian Program Gamatirta.

    Gagasan Gamatirta berasal dari kondisi geografis Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul yang menjadi salah satu wilayah pesisir Pantai Pulau Jawa dan gempa bumi megathrust yang berpotensi menimbulkan bencana alam tsunami. Ditambah dengan kondisi demografis masyarakat desa setempat yang belum memiliki kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam meminimalisir risiko bencana alam dari segi fisik dan psikologis.

    “Program penanggulangan bencana saat ini sudah bergeser dari yang semula difokuskan di respon akut, menjadi peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mengacu kepada Sendai Framework, fokus penanggulangan bencana saat ini adalah Disaster Risk Reduction (DRR), dimana program pengurangan risiko bencana menjadi fokus utama dalam penanggulangan bencana secara umum” ujar Pak Sutono selaku dosen pembimbing tim.

    “Ada tiga komponen penting yang menjadi variable dari Risiko bencana yaitu Hazard/Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas. Hazard mungkin sulit untuk dikendalikan, tetapi kerentanan dapat diintervensi dengan melakukan pemberdayaan dan management kelompok rentan yang baik, sehingga nilai kerentanan bisa ditekan serendah mungkin. Sementara itu kapasitas, bisa ditingkatkan dengan peningkatan literasi dan pelatihan-pelatihan. Dengan demikian Risiko bencana bisa menjadi turun” tambah Pak Sutono selaku dosen pembimbing tim.

    Langkah awal yang dilakukan ialah melakukan identifikasi kebutuhan dan masalah, didapatkan bahwa aktivitas dan arah gerak Kader FPRB desa setempat belum optimal/berdaya. Selain itu, pelatihan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan juga belum masif dan komprehensif sehingga terbilang eksistensi Kader FPRB belum terlihat.

    “Kami melakukan identifikasi permasalahan diikuti oleh survei dan observasi yang selanjutnya ditindaklanjuti untuk menyusun rencana aksi program agar dapat terlaksana secara masif, proaktif, partisipatif, serta tepat sasaran” ujar Faiz anggota Tim Gamatirta.

    Dari beragam problem hasil identifikasi permasalahan, selanjutnya dipilihlah topik manajemen kegawatdaruratan yang meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan Psychological First Aid yang kemudian ditindaklanjuti melalui rencana aksi dan program inovatif. Rencana aksi tersebut disusun sebagai upaya mewujudkan Desa Tirtohargo menjadi Desa Tangguh Bencana ditinjau dari segi sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sarana prasarana/fasilitas penunjang mitigasi kebencanaan.

    “Kami mengapresiasi program dalam konteks pengabdian masyarakat yang ditujukan masyarakat dan kader FPRB di Desa Tirtohargo, Bantul. Paradigma sekarang berubah yang semula masyarakat itu ditolong, sekarang menolong. Program ini kami dukung sekali karena masyarakat bisa terlatih dan terampil sehingga bisa menjadi tangguh menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman atau potensi bencana” ujar Pak Enaryaka perwakilan BPBD DIY.

    “Ditambah..dengan peran serta dari organidasi terkait, lembaga, usaha, pemerintah, serta kalurahan dalam menjalin keberlangsungan proses mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Desa Tirtohargo ini” tambah Pak Petrus Ketua Kader FPRB.

    “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi tim UGM yang ikut serta memikirkan hutan mangrove dan kelestarian lingkungan hidup, harapan kami penanaman mangrove dapat menanggulangi bencana di wilayah kami sehingga dengan penanaman mangrove ombak air laut bisa terhalangi oleh hutan mangrove, semoga tim UGM mendapat pahala dari Allah SWT dan sukses selalu untuk teman-teman dari UGM” apresiasi Kepala Desa Tirtohargo, Bantul.

    Dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana, program gamatirta memiliki potensi dan kemampuan meningkatkan komunikasi risiko bencana, meminimalisir risiko dan dampak bencana, menumbuhkan kesadaran; kepekaan; dan modal sosial, mengimplementasikan praktik mitigasi bencana sesuai teori yang tepat, dan mewujudkan derajat kesehatan secara holistik (fisik, spiritual, sosial, dan spiritual).

    Harapannya, dengan dilaksanakan program pelatihan yang diikuti oleh seminar dan simulasi kebencanaan (PPGD dan PFA) Kader FPRB memiliki kemampuan dan kapasitas dalam melaksanakan praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat serta Psychological First Aid sesuai intrepretasi teori yang baik dan benar. Selain itu, program yang sudah dilaksanakan hendaknya bisa ditindaklanjuti dan dikaji lebih lanjut oleh stakeholder desa mitra setempat agar dapat menunjang aspek kebermanfaatan, keterlibatan, dan keberlanjutan. [Faiz Indra (psik’19)]

  • |

    Kobe UNESCO Chair – COVID 19 International Conference 2021

    Departemen Keperawatan FK-KMK UGM diundang untuk menghadiri COVID-19 International Conference yang diselenggarakan oleh Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support secara daring. International conference ini diselenggarakan pada tanggal 20-21 Februari 2021 dan diikuti oleh anggota Kobe UNESCO chair yaitu tim Indonesia (UGM), tim Malaysia (UTAR & MERCY Malaysia), tim Thailand (MFU & NIDC), tim Taiwan (NKUST), dan tim Jepang (Kobe University). Sebanyak 4 dosen keperawatan dan 6 mahasiswa magister keperawatan FK-KMK UGM terlibat aktif dalam presentasi dan mixed group discussion tentang pengalaman berbagai negara dari perspektif para pemuda selama masa pandemi COVID-19. Selain itu, mahasiswa dan dosen juga mendiskusikan isu-isu gender dan populasi rentan yang terkena dampak selama masa pandemi, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi, serta bagaimana kita bisa bangkit “Build Back Better” di masa mendatang. Harapan dari kegiatan ini para akademisi dan pemuda di seluruh dunia leaving no one behind.

    Sejak tahun 2018, Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support bekerjasama dengan Departemen Keperawatan FK-KMK UGM untuk menyelenggarakan Summer Course “Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction” setiap tahunnya di Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Summer Course yang sejatinya dilaksanakan pada Agustus 2020 harus dibatalkan karena pandemi COVID-19. Kemudian anggota UNESCO chair berinisiatif untuk mengganti Summer Course dengan kegiatan International Conference ini. Walaupun diselenggarakan secara daring, seluruh anggota UNESCO sangat antusias dan senang dapat tetap terhubung di masa yang penuh tantangan pandemi.

  • Initiation of Palliative Unit Development in Indonesia – WCP Program at School of Nursing

    FK-KMK UGM. According to WHO, palliative nursing is an approach can lead to an improvement healthier lifestyle of patients and their families who face problems related to life-threatening diseases. These efforts are implemented in the form of preventive and eliminated measures through early identification and orderly assessment in handling of pain and other problems of physical, psychosocial, and spiritual. At this stage, the hospital acts as a place for palliative care, especially for patients who must get a strict supervision, special measures, or special equipment.

    On August 30, 2018, Head of Department of Surgical Medical Nursing Dr. Christantie Effendy, S.Kp, M.Kes opened the ‘Workshop on Developing A Palliative Team in Hospital and University’ at the Santika Hotel, Yogyakarta. This event is a series of the World Class Professor program of Prof. Wen-Yu Hu from National Taiwan University attended by representatives of the RSUP palliative team of Dr. Sardjito, UGM Academic Hospital, and representatives of each nursing division in FK-KMK UGM.

    World Class Professor program (WCP) is sponsored by the Ministry of RISTEKDIKTI that obliged Indonesian scientists to collaborate with their international strategic partner. Spesifically, this event aimed at developing palliative nursing at FK-KMK UGM and its affiliated hospitals. Prof. Wen-Yu Hu from National Taiwan University is a right choice, as palliative nursing in Taiwan has been advanced. Moreover, a culture between Taiwan and Indonesia is rather similar in order to consider an initiative of Palliative Unit Development in Yogyakarta.

    Workshop is started with a lecture entitled ‘How to starting a palliative team in hospital and university: Lesson learned from Taiwan’. In her presentation, Prof. Wen-Yu Hu shared some inspirations from finding the best location for setting up a palliative unit at hospital; selecting an ear-catching name of unit; communicating with colleague from multidisciplinary of science; until appointing a good leader as a main role in driving the palliative unit.  A fruitful discussion about the development of palliative unit from time to time from all perspectives of institutions’ participants arose during workshop within topic of SWOT analysis and action plan formulation in developing palliative unit.

    Palliative nursing is a holistic approach to help patients in solving their problems related to physical and psychosocial, not to speed up or delay their death. Palliative care will focus on educate patients to raise their awareness and their families’ awareness as well as to carefully listen up what their complaints; their pains and to support them stimulating their spirit to more contribute in their end of life.  “Take care of the last minute,” concluded Prof. Wen-Yu Hu when closing her presentation.

    In addition, WCP is addressed to yield publications, which is recognized by Scopus indexed international journals, or Thomson Reuters and others at the same indexed level. Besides the palliative nursing topic, FK-KMK UGM presents WCP program focuses on health insurance; bioethics and health anthropology. Those all run simultaneously for the period of May till November 2018. As a prestigious program, it is aimed at leveraging the competence of young researchers in education and publication. “We highly expect through WCP, it can be published one paper that become joint responsibility of all departments who submitted WCP program,” explained  dr. Nur Azid Mahardinata as one of the WCP receiver grants. (Fildzah/Reporter_interpreted by \sari)

    Source: Initiation of Palliative Unit Development in Indonesia – WCP Program at School of Nursing – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (ugm.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *