Comprehensive Clinical Nursing Skills (CCNS) pada masa Pandemi COVID-19

“Walaupun banyak perkuliahan dialihkan melalui daring, namun, sense of caring dan keterampilan keperawatan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi” CCNS yang diselenggarakan secara luring pada 10-26 Agustus 2020 lalu merupakan komitmen Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM untuk tetap menjaga kualitas lulusan yang professional dan kompeten. CCNS adalah blok khusus dalam kurikulum S1 keperawatan di FK-KMK untuk menyiapkan mahasiswa dan mereview kembali semua pengetahuan, keterampilan, dan memantabkan diri sebelum menjalani program profesi di klinik maupun komunitas. CCNS kali ini diselenggarakan dengan protap yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Tentu saja protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 merupakan protokol wajib dipatuhi oleh seluruh mahasiswa dan penguji dalam CCNS tahun ini. Dimulai dengan pembatasan jumlah mahasiswa yang mengikuti ujian per hari, pengkajian status kesehatan, cuci tangan secara rutin, serta penggunaan masker dan face shield selama kegiatan berlangsung di simulated hospital. Sukses dan semangat untuk calon-calon Ners yang akan memasuki tahap profesi!
“Caring is the essence of NURSING” – Jean Watson
Competence~Altruism~Respect~Empathy (Kontributor: Alen; Foto: Alen)

Departemen Keperawatan FK-KMK UGM diundang untuk menghadiri COVID-19 International Conference yang diselenggarakan oleh Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support secara daring. International conference ini diselenggarakan pada tanggal 20-21 Februari 2021 dan diikuti oleh anggota Kobe UNESCO chair yaitu tim Indonesia (UGM), tim Malaysia (UTAR & MERCY Malaysia), tim Thailand (MFU & NIDC), tim Taiwan (NKUST), dan tim Jepang (Kobe University). Sebanyak 4 dosen keperawatan dan 6 mahasiswa magister keperawatan FK-KMK UGM terlibat aktif dalam presentasi dan mixed group discussion tentang pengalaman berbagai negara dari perspektif para pemuda selama masa pandemi COVID-19. Selain itu, mahasiswa dan dosen juga mendiskusikan isu-isu gender dan populasi rentan yang terkena dampak selama masa pandemi, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi, serta bagaimana kita bisa bangkit “Build Back Better” di masa mendatang. Harapan dari kegiatan ini para akademisi dan pemuda di seluruh dunia leaving no one behind.
Sejak tahun 2018, Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support bekerjasama dengan Departemen Keperawatan FK-KMK UGM untuk menyelenggarakan Summer Course “Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction” setiap tahunnya di Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Summer Course yang sejatinya dilaksanakan pada Agustus 2020 harus dibatalkan karena pandemi COVID-19. Kemudian anggota UNESCO chair berinisiatif untuk mengganti Summer Course dengan kegiatan International Conference ini. Walaupun diselenggarakan secara daring, seluruh anggota UNESCO sangat antusias dan senang dapat tetap terhubung di masa yang penuh tantangan pandemi.

