Penguatan Posyandu Lansia di Dusun Kuningan: Kemandirian, Kesehatan Mental, dan Digitalisasi Pencatatan oleh Tim Abdimas FKKMK UGM

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) FKKMK UGM Skema Klaster yang diketuai oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan Posyandu Lansia berkolaborasi dengan Puskesmas Depok III dan tokoh masyarakat setempat di Dusun Kuningan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran kader lansia, mendukung kesejahteraan kesehatan mental lansia, meningkatkan kualitas pendataan, dan memetakan kebutuhan layanan berbasis komunitas yang melibatkan kader lansia serta mitra. Hal ini sebagai langkah awal tim melaksanakan empat kegiatan utama yaitu jejak pendapat bersama Puskesmas, jejak pendapat bersama kader lansia, sesi refreshing kader di Bale Ayu, perencanaan kegiatan workshop teknologi digital bersama Puskesmas serta Dinas Kesehatan Sleman, dan Festival Lansia Kuningan yang rencananya akan menerapkan Posbindu dengan sistem pencatatan digital.

Dalam jejak pendapat bersama Puskesmas Depok III, tim abdimas diwakili oleh Dr. Azam David Saifullah, S.Kep., Ns., M.Sc., Dr. Fitrina M Kusumaningrum SKM., MPH., Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc., dan Amalia Maysarah, S.Tr.KL., MPH. Terungkap bahwa terdapat persoalan teknis yang mendasar: selama ini input data oleh kader masih dilakukan melalui Google Form sederhana, namun terdapat keterbatasan kader lansia dalam mengoperasikannya. Temuan dari Puskesmas yang disampaikan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan jejak pendapat bersama kader lansia, yang memperjelas sisi implementasi di lapangan. Banyak kader memiliki semangat besar untuk menjalankan posyandu namun menghadapi hambatan literasi digital, serta keterbatasan menggunakan perangkat digital. Untuk saat ini, kader berusaha mengumpulkan laporan dengan meminta bantuan dari kader lain dengan usia lebih muda, serta familiar dengan teknologi. Namun kadang terjadi keterlambatan dalam pengumpulan laporan, sehingga kegiatan Posbindu Lansia tidak terekam di Puskesmas.

Selanjutnya, dalam diskusi tim Abdimas yang dihadiri oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.Hlth.Info., Amalia Maysarah, S.Tr.KL., MPH, Fadliana Hidayatu Rizky Uswatun Hasanah, S.Tr.Keb., Bdn., bersama dengan tim District Health Information System (DHIS) yang diwakili oleh Sukma Dian, S.K.M. dan Khairani Fauziah, SKM., MPH., mendiskusikan mengenai rencana kegiatan workshop digitalisasi. Berdasarkan rangkaian temuan dan respons dari semua pihak, tim Abdimas merancang kegiatan lanjutan berupa workshop bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pelayanan Komunitas di Posyandu” yang akan melibatkan Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Depok I sampai III. Workshop ini akan memusatkan pada penyusunan format pelaporan yang selaras dengan SIMPUS, pelatihan praktik entry data, dan simulasi alur pelaporan. Workshop ini juga bagian dari jejak pendapat, demo entry data, sekaligus mencoba menjawab pertanyaan besar selama ini, “apakah sistem SIMPUS dapat menyederhanakan pelaporan dan tercapai tujuan pelaporan satu pintu?”

Selain itu, tim juga merancang kegiatan Festival Lansia, yang direncanakan terlaksana dalam bentuk Posbindu 6 meja, dengan meja terakhir sebagai meja pencatatan data, sekaligus akan dilakukan entry melalui sistem develop yang dikembangkan oleh Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan bersama DHIS. Kegiatan pilot testing akan dilakukan untuk menguji alur pendaftaran dan entry data digital secara langsung di lapangan bertujuan untuk menilai aspek kelayakan dan kemudahan penggunaannya.

Dalam perjalanannya, tim juga membuat Modul Kesehatan Mental Lansia, yang dibantu oleh Ema Madyaningrum, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D., Dr. Azam David Saifullah, S.Kep., Ns., M.Sc., dan Muhammad Reza Fahlevy. Modul ini akan memadukan buku yang telah ada, disempurnakan dengan materi yang dibutuhkan oleh lansia. Materi didapatkan dari hasil jejak pendapat bersama dengan para kader. Tujuannya, agar lansia dapat mengakses informasi kesehatan mental dengan baik dan lebih mudah.

Tim Abdimas klaster menegaskan bahwa, seluruh rangkaian kegiatan ini ingin mencapai tujuan yang lebih luas daripada sekedar memperbaiki alur pencatatan. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring layanan komunitas bagi lansia dan meningkatkan kualitas layanan di tingkat dasar. Dukungan lintas sektor dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci agar kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi kemandirian dan kesehatan mental lansia di Desa Kuningan. (Kontributor: Amalia Maysarah, S.Tr.KL., MPH).

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Facebook