Launching Nursing Now Indonesia

“Saya tidak hanya mendukung #NursingNow namun saya mendukung Nursing Sepanjang Masa…” Pernyataan di atas merupakan kutipan dari Prof. dr. Sunartini Hapsara, Sp.A (K)., PhD saat meluncurkan NURSING NOW INDONESIA

@nursingnow kampanye global yang telah dimulai sejak tahun 2018, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan melalui peningkatan profil keperawatan sebagai tenaga kesehatan dengan jumlah mencapai hampir 50% dari total tenaga kesehatan di Indonesia @kemenkes_ri bahkan seluruh dunia. Berkolaborasi dengan @who dan International Council of Nurses, #NursingNow berupaya menggerakkan perawat agar berperan secara masif untuk menghadapi tantangan kesehatan global dan memaksimalkan kontribusinya untuk mencapai Universal Health Coverage.
Kampanye ini berfokus pada 5 area: memastikan agar perawat dan bidan memiliki suara yang lebih “vokal” dalam perumusan kebijakan kesehatan, mendukung investasi tenaga keperawatan yang lebih besar, merekrut lebih banyak perawat untuk menempati posisi-posisi strategis dalam pengambilan kebijakan, melakukan riset untuk menunjukkan di area mana perawat dapat membawa dampak paling besar, dan berbagi informasi mengenai praktik keperawatan yang terbaik.

Ibu Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN, DNP @arianipertiwi.gz selaku Sekretaris Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi sekaligus Pengelola Kerjasama dan Pengembangan @keperawatanugm memandu acara ini. Peluncuran kampanye #NursingNow di @fkkmkugm @ugm.yogyakarta dihadiri oleh pihak dekanat, guru besar FKKMK UGM, dinas kesehatan, RS jejaring, BPBD, perwakilan himpunan/ikatan keperawatan DIY, organisasi profesi, alumni, dan akademisi keperawatan bersamaan dengan agenda ASM Pokja Keperawatan. Selain itu, perwakilan dari @ilmiki.id juga menyampaikan dukungan mereka dalam bentuk puisi saat acara berlangsung.

Tentu besar harapan kita agar momen ini menjadi batu loncatan dalam peningkatan peran perawat dalam dunia kesehatan Indonesia.

Kami, perawat Indonesia, We support #NursingNow!
Health is not Previlege, Health is Human Right #HealthforAll

Similar Posts

  • | | |

    Implementasi Terapi Sujok untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan pada Lansia Ngentak, Sapen

    Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lansia yang rentan mengalami keluhan fisik akibat aktivitas sehari-hari maupun kondisi penyakit kronis. Dalam rangka upaya mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM melaksanakan kegiatan pelayanan terapi tradisional berupa terapi Sujok di Balai Pertemuan RT/RW 01 Ngentak, Sapen pada Rabu (8/4) yang merupakan lingkup dari Puskesmas Depok 3.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PLPS Magang Terapi Sujok FK-KMK UGM yang dikoordinasikan dan didampingi oleh Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan alternatif intervensi non farmakologis dalam membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan umum yang dialami masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pendekatan keperawatan holistik di masyarakat.

    Berdasarkan data terdapat 22 pasien menerima layanan terapi Sujok. Selama kegiatan berlangsung ditemukan bahwa keluhan yang paling dominan adalah masalah muskuloskeletal, seperti nyeri lutut, baik pada lutut kanan maupun kiri. Nyeri tersebut umumnya dirasakan saat melakukan aktivitas seperti berjalan dalam waktu lama, beribadah (bersujud), maupun saat perubahan posisi dari duduk ke berdiri. Selain itu, masyarakat juga melaporkan keluhan lain berupa nyeri pada bahu, punggung bawah, kaki, serta tumit, yang sebagian besar berkaitan dengan aktivitas fisik berulang dan kondisi kelelahan. Keluhan lain yang dilaporkan adalah pusing dan sakit kepala yang mengarah pada gejala vertigo. Beberapa anggota masyarakat juga mengaitkan keluhan tersebut dengan riwayat penyakit seperti hipertensi dan kolesterol yang tinggi.

    Intervensi yang diberikan berupa terapi Sujok, yaitu metode terapi tradisional yang dilakukan melalui stimulasi titik-titik koresponden pada tangan (su) dan kaki (jok) yang merepresentasikan organ tubuh tertentu yang disebut dengan Sujok koresponden. Pada kondisi tertentu, ditambahkan juga terapi menggunakan Sujok Triorigin. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penekanan titik refleksi menggunakan probe, penempelan biji pada titik nyeri, penggunaan magnet terapi, serta penggunaan Elastic Wire Colour and Tera-Wave Therapy (EWCT). Meskipun respon terhadap terapi bervariasi secara individual, secara rata-rata intensitas keluhan mulai menunjukkan penurunan dalam waktu 30 menit setelah intervensi diberikan. 

    Terdapat satu kasus yang menarik perhatian dari kegiatan ini yaitu lansia berusia 83 tahun datang dengan keluhan selama 2 bulan merasakan sakit di lutut kirinya saat lutut ditekuk dan melakukan sujud. Keluhan tersebut disebabkan oleh trauma psikologis yaitu jatuh dari motor. Pada awal sebelum dilakukannya terapi lansia tersebut mengatakan sakit berada di skala 5 lalu diberikan terapi pemijatan dengan probe, pemberian warna, dan penempelan biji pada basic correspondence su kiri. Setelah dilakukannya intervensi, walaupun keluhan tidak menurun langsung secara drastis, lansia menunjukkan penurunan gejala yang cenderung progresif pada setiap 5 menit, 15 menit, dan 30 menit yang ditunjukkan pada penurunan skala sakit dari awal keluhan disebutkan. Hal ini menonjol dibandingkan dengan rata-rata subjek lainnya yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. 

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari, tetapi juga menjadi proses pembelajaran dalam menghadapi realita di lapangan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan kolaborasi tim, mahasiswa belajar bahwa keberhasilan sebuah program sangat bergantung pada komunikasi yang efektif dan kemampuan adaptasi yang cepat. Pengalaman ini juga menyadarkan mahasiswa bahwa tantangan terbesar bukanlah pada teknis pelaksanaan, melainkan bagaimana menjaga konsistensi dan empati di setiap pelayanan yang diberikan.

    Selain memberikan manfaat klinis, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa nilai SDGs diantaranya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 : Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

    (Kontributor: Herawati Kahartan, Izdihar Najwa, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD.)

  • |

    MERIDIAN 2021 : Alumni Berbagi Webinar Series

    Rindu dengan acara MERIDIAN??
    Kami kembali lagi dengan semangat yang sama untuk berbagi kepada sesama!

    💬WEBINAR SERIES – ALUMNI BERBAGI💬
    SKP IDI dan PPNI
    🗓️ Sabtu, 6 November 2021
    – Skill Presentasi dan Advokasi di Bidang Kesehatan
    – Nutripreneurship
    🗓️ Minggu, 7 November 2021
    – Health Leadership
    – Community Campaign, Advocacy in Health Promotion and Public Speaking

    📍Pendaftaran
    tiketseminar.com/MERIDIAN2021

    🎟Harga Tiket (SEMUA DISUMBANGKAN DAN FREE SERTIFIKAT)
    Radiopoetro : Rp75.000,-
    Ismangoen : Rp100.000,-
    Bambang Sutarso : Rp125.000,-
    MAHASISWA : Rp. 50.000,-

    Bagi yang ingin berdonasi lanjutan dengan sukarela melalui MERIDIAN 2021, dapat berdonasi melalui : Rekening BNI UGM a.n. Medical Charity Night 9888807014101469
    ____

    MERIDIAN 2021 – Medical Charity Night Concert
    Narahubung :
    Safina (Whatsapp: 081231962541)
    Rizka (Whatsapp: 085742944174)
    @meridianugm2021

    [sp_wpcarousel id=”2880″]

     

  • | |

    Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM di PAUD SPS Cita Mulia: Wujud Dukungan terhadap Tumbuh Kembang Anak dan SDGs

    Yogyakarta, 10 Desember 2024 – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertema Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Program ini berlangsung di PAUD SPS Cita Mulia dengan semangat kerja sama untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG nomor 3 “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” serta SDG nomor 4 “Pendidikan Berkualitas”.

    Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala PAUD SPS Cita Mulia, Ibu Ana Dea Rosa, S.Psi., yang menyampaikan apresiasi kepada tim FK-KMK UGM atas perhatian dan dedikasi mereka dalam memantau tumbuh kembang anak. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar dalam mendeteksi perkembangan anak-anak secara dini dan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan demi masa depan mereka,” ujar beliau.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan FK-KMK UGM, Ibu Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D. Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan anak-anak mendapatkan perhatian penuh terhadap kesehatan, tumbuh kembang, serta pemenuhan kebutuhan gizinya. “Program ini mencakup pengukuran antropometri, deteksi dini perkembangan, dan konseling gizi kepada orang tua sebagai langkah nyata untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

    Kegiatan dimulai dengan senam pagi dan permainan interaktif yang melibatkan anak-anak, mahasiswa, serta para guru. Suasana penuh semangat dan keceriaan ini menjadi awal yang baik untuk melanjutkan rangkaian program berupa pemeriksaan kesehatan, pengukuran antropometri, serta diskusi dengan orang tua atau wali murid mengenai gizi dan perkembangan anak.

    Pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi wujud nyata dari peran FK-KMK UGM dalam pengembangan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan dan pendidikan. “Kami yakin, dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global,” tambah Ibu Lely.

     

     

     

     

     

     

    Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.

  • | |

    MBKM Complementary Alternative Therapy (CAT)

    Mata kuliah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan sederhana dengan menggunakan Complementary Alternative Therapy (CAT)

    Pendaftaran paling lambat tanggal 24 Januari 2025 melalui link berikut: bit.ly/PendaftaranCAT

    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi wa.me/082227997622 (Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MN.Sc., Ph.D.)

  • | |

    Kunjungan Virtual di The World Mosquito Program Indonesia

    Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM melakukan Kunjungan Virtual di The World Mosquito Program, Jum’at (25/3), yang dihadiri oleh mahasiswa MK Elektif Tropical Nursing angkatan 2018. Tujuan dilakukannya kunjungan ini adalah untuk mengenalkan lebih dekat mahasiswa dengan program pengurangan vektor penyebab wabah demam berdarah, yaitu nyamuk aedes aegypty yang dilakukan oleh The World Mosquito Program di Provinsi Yogyakarta, terkhusus di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

    The World Mosquito Program (WMP) merupakan sebuah organisasi non pemerintah yang dimiliki oleh Monash University yang bekerja untuk melindungi masyarakat global dari penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, Zika, demam kuning dan chikungunya. Di Indonesia, WMP telah dimulai sejak tahun 2014. WMP di Indonesia merupakan kolaborasi penelitian yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat,dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija. Kegiatan yang dilakukan oleh WMP sendiri adalah melakukan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue dengan cara pelepasan nyamuk Wolbachia (nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia) memiliki peran untuk menghambat kehidupan dari virus dengue dalam nyamuk aedes aegypty. Dampak positif dari kegiatan tersebut adalah pada Bulan Agustus 2020, terdapat penelitian mengenai dampak wolbachia pada lingkungan yang diberi nyamuk wolbachia adalah terdapat pengurangan insidensi dengue sebesar 77% setelah 3 tahun intervensi.

    Kunjungan yang dilakukan PSIK FK-KMK ini dihadiri oleh 21 mahasiswa MK Tropical Nursing (5 mahasiswa secara luring dan 16 mahasiswa hadir secara daring) yang didampingi oleh 2 orang dosen pengampu MK Tropical Nursing. Selama kunjungan mahasiswa diberikan pengetahuan tentang cara mengidentifikasi nyamuk, cara menyiapkan koloni, cara membuat makan/bloodfeeding, serta dampak dari WMP kepada lingkungan yang terdampak.

    Kegiatan kunjungan belajar seperti diharapkan dapat meningkatkan capaian pembelajaran mahasiswa terutama capaian pengetahuan khusus yang sebetulnya sudah didapatkan dalam perkuliahan, namun menjadi sangat baik jika mahasiswa bisa melihat dan belajar secara langsung. Pembelajaran semacam ini disebut dengan metode Contextual Teaching and Learning (CTL). Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan suatu model pembelajaran yang memberikan fasilitas kegiatan belajar siswa untuk mencari, mengelola, dan menemukan pengalaman belajar yang lebih bersifat konkret dan mengaitkan dengan kehidupan nyata siswa.

     

  • | | |

    Welcoming Greeting: Menyambut Mahasiswa Baru sebagai Agent of Change dalam Keperawatan di Masa Depan

    Sleman, 10 Agustus 2024 – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan (HMPK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Welcoming Greeting dengan tema “Welcoming Agent of Change in Future Nursing”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut 48 mahasiswa baru Program Studi Pascasarjana Keperawatan (PSMK) UGM Tahun 2024 dengan suasana yang hangat dan bersahabat.

    Mahasiswa baru PSMK UGM Tahun 2024 datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Keberagaman latar belakang ini diharapkan akan memperkaya pengalaman dan perspektif di lingkungan akademik PSMK. Tidak hanya itu, tahun ini PSMK UGM juga menyambut seorang mahasiswa asing, Bonifacio De Jesus Viegas, yang berasal dari Timor Leste. Kehadiran Boni menandakan semakin luasnya jangkauan dan daya tarik program studi ini di kancah internasional, sekaligus menegaskan komitmen PSMK UGM dalam mendukung pendidikan global.

    Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung di Auditorium Ismangoen Lt. 3 FK-KMK UGM dan melalui platform Zoom. Rangkaian kegiatan dimulai pada Pkl. 09.00 WIB, dipandu oleh pembawa acara yaitu Dana Prayoga Irawan, S.Kep., Ns. dan Ayu Anita, S.Kep., Ns.. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua HMPK UGM tahun 2024 yaitu Afrianti Pakalessy, S.Kep., Ns.. Selanjutnya kegiatan resmi dibuka oleh Penasihat HMPK UGM yaitu Uki Noviana, S.Kep.Ns., MN.Sc., Ph.D., yang memberikan motivasi dan dorongan kepada mahasiswa baru untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana keperawatan UGM dengan baik agar mampu menjadi agent of change dalam Keperawatan di masa depan.

    Sesi sharing diisi oleh dua narasumber berpengalaman, yaitu Novia Faizatiwahida, S.Kep., Ns., M.N.Sc. dan Mahmasoni Masdar, S.Kep., Ns., M.Kep.. Novia, yang merupakan mahasiswa PSMK UGM angkatan 2022 dan berhasil menyelesaikan studinya dalam 3 semester, membagikan pengalamannya mengenai perkuliahan di PSMK UGM. Pada sesi ini, ia mengulas proses belajar, manajemen waktu, penyusunan tesis, serta keterlibatan dalam organisasi selama menjalani studi Magister. Sebagai demisioner pengurus HMPK UGM tahun 2023 dan penerima beasiswa LPDP, Novia juga memiliki minat penelitian di bidang Disaster Nursing, Evaluation of Disaster Training, dan Cardiac Care Nursing. Pengalaman dan pencapaiannya menjadi inspirasi yang berharga bagi mahasiswa baru.

    Melanjutkan sesi sharing, Mahmasoni Masdar, mahasiswa PSMK UGM angkatan 2019 dan demisioner Ketua HMPK UGM tahun 2020, memberikan wawasan mendalam mengenai jenjang karir setelah lulus. Saat ini, Mahmasoni sedang menempuh studi Doktoral di UGM dengan beasiswa LPDP. Adapun fokus penelitian terbarunya yaitu “The Experience of Uncertainty for Patients and Their Family Caregivers Undergoing Hemodialysis in Academic Hospital Universitas Gadjah Mada”. Penjelasan Mahmasoni yang komprehensif menguatkan pandangan para mahasiswa baru tentang pentingnya perencanaan karir dalam keperawatan, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang peluang dan tantangan yang akan mereka hadapi.

    Kedua narasumber berhasil menyampaikan materi yang inspiratif, menciptakan suasana yang interaktif selama sesi tanya jawab. Peserta tampak antusias, mengajukan berbagai pertanyaan mendalam dan relevan dengan topik yang dibahas. Selain itu, interaksi semakin hangat ketika peserta diajak berpartisipasi dalam sesi ice breaking dan berbagi video inspiratif dari demisioner HMPK. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan HMPK lebih jauh, sehingga memotivasi mahasiswa baru agar terlibat aktif dalam organisasi, dengan harapan mereka dapat berkontribusi nyata di lingkungan akademik dan profesional. Semangat para peserta untuk bergabung dengan HMPK semakin terlihat, menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membangun jejaring komunikasi yang kuat antara mahasiswa baru dan senior.

    Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama, menandakan berakhirnya acara dengan lancar dan tepat waktu. “Welcoming Greeting” tidak hanya menjadi ajang penyambutan, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan baru bagi mahasiswa dalam mengukir prestasi di bidang keperawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *