Saresehan HUT Keperawatan FK-KMK UGM ke 22

Pada tanggal 28 November 2020 Program Studi Ilmu Keperawatan @fkkmkugm @ugm.yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sarasehan sebagai puncak rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Keperawatan FK-KMK UGM ke-22. Kilas balik pendirian Keperawatan FK-KMK UGM dipaparkan oleh Prof. dr. Sunartini Hapsara, Sp.A(K)., Ph.D, disusul dengan refleksi 22 tahun Keperawatan UGM oleh Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.

Pada kegiatan ini pula, Keperawatan FK-KMK UGM melaunching website terbaru yaitu nursing.fkkmk.ugm.ac.id yang memuat beragam informasi terkait profil, update perkembangan dan info-info yang menarik.

Pada tahun ini, dengan mengusung tema “Keperawatan Merajut Karya di Setiap Masa”, Keperawatan FK-KMK UGM berharap dapat semakin berkarya dan berkontribusi mewujudkan masyarakat yang sehat. Semangat ini selaras dengan subtema @nursingnow campaign pada tahun 2021 yakni “Nurses A voice to Lead A vision for Future Healthcare”. Harapannya semangat ini bisa mendorong perawat di seluruh dunia untuk secara lantang berkontribusi kepada masyarakat di negara masing-masing.

 

[sp_wpcarousel id=”1046″]

Similar Posts

  • | | |

    UGM – ARU Collaboration: Transnational Education in Nursing

    The Department of Nursing Universitas Gadjah Mada is collaborating with the Faculty of Health, Education, Medicine and Social Care (FHEMS) at Anglia Ruskin University, The United Kingdom in the project “Transnational Education Nurse The United Kingdom – Indonesia (TNE Nurse UKIND)”. This project is a joint project of UGM and ARU as the Going Global Partnership awardee funded by British Council Indonesia.

    TNE Nurse UKIND Team Members:

    UGM

      • Syahirul Alim, Ph.D.
      • Khudazi Aulawi, Ph.D.
      • Widyawati, Ph.D. 
    • Ariani Arista Putri Pertiwi, DNP 

    ARU

    • Dr. Robert Priharjo
    • Dr. Hephzibah Samuel
    • Nicola Guthrie, MSc
    • Dr. Louise Jenkins 

    The TNE Nurse UKIND aims to enhance collaboration between ARU and UGM in education in nursing competencies that are transferable and relevant to the healthcare systems in Indonesia and the United Kingdom. Starting in January 2022, the Team has held several events: virtual seminars and workshops; join teaching sessions “Pain Assessment and Management” for students; ARU became one of the co-hosts of The 4th International Joint Conference on Nursing (IJCNS) which was held by UGM; as well as the ARU Team’s visit to Indonesia at the end of the year.

    During the visit to Indonesia, the ARU Team and the UGM Team carried out various activities offline and hybrid. The activities carried out included meetings with the Vice Dean of Academic and Student Affairs; holding face-to-face workshops; guest lectures; and “Moving and Handling” teaching sessions for lecturers.

    The Face-to-face Workshop “Undergraduate Nursing Curriculum and Competencies Benchmarking” is one of the “core activities” of this collaborative project. This workshop was held on November 28th – 29th, 2022. The participants consisted of lecturers from various nursing education institutions in Yogyakarta, Regional INNA and AINEC representatives, as well as representatives from Hospitals. This workshop aims to compare existing nursing education in Indonesia and The United Kingdom by identifying differences and similarities between the two countries from various aspects.

    Various collaborative activities carried out by the UKIND TNE Nurse Team involved various parties in the field of nursing education from Indonesia and The United Kingdom. Lecturers, nurse leaders, hospitals, professional organizations, The NMC UK, and students from both universities. This collaborative project will continue in 2023 when the Team plans to hold workshops, focus group discussions, and training which is a follow-up to the activities that have been implemented in 2022.

  • |

    Initial Accreditation Site Visit ACEN di Program Studi Ilmu Keperawatan

    Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (PSIK FKKMK UGM) telah menjalani tahap akhir dari rangkaian tahap akreditasi internasional oleh Accreditation Commission for Education in Nursing (ACEN) yang berasal dari Amerika Serikat. Tahap ini adalah Initial Accreditation Site Visit yang dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Maret 2024 setelah PSIK FKKMK UGM berhasil melewati tahap Eligibility (di tahun 2022) dan Candidacy (di tahun 2023). Kunjungan ini merupakan momen penting sebagai langkah menuju peningkatan kualitas dan pengakuan internasional bagi program studi.

    Sejak mendapatkan Candidacy Status pada 25 Januari 2023, tim Program Studi Ilmu Keperawatan FKKMK UGM telah bekerja keras untuk mempersiapkan dokumen akreditasi dengan teliti. Dosen, staf administrasi, dan pihak-pihak terkait lainnya secara intensif memeriksa dan meninjau setiap aspek yang relevan dengan standar ACEN.

    Program studi memberikan informasi, data, dan dokumen pendukung yang diperlukan dengan jelas dan transparan selama peninjauan yang dilakukan oleh tim evaluator ACEN. Tim evaluator melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh aspek program studi, termasuk kurikulum, tenaga pengajar, fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di kampus dan klinis, serta sistem penjaminan mutu. Selain itu, tim evaluator juga melakukan wawancara dengan berbagai pihak terkait, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, sampai dengan mitra kerjasama dan masyarakat umum untuk mendengarkan testimoni mereka terkait program studi ilmu keperawatan serta menjaring masukkan yang dibutuhkan program studi untuk lebih baik lagi.

    Pada hari terakhir dari rangkaian kegiatan visitasi, tim evaluator ACEN menyampaikan Initial Site Visit Report yang didalamnya menyatakan bahwa PSIK FKKMK UGM telah memenuhi seluruh standar ACEN dan layak direkomendasikan untuk mendapatkan akreditasi dari ACEN. Saat ini PSIK FKKMK UGM masih menantikan proses review oleh Evaluation Review Panel/ Transition-to-Practice Committee dan Board of Commissioners ACEN terkait hasil final akreditasi.

    Seluruh rangkaian proses akreditasi oleh ACEN memberikan kesempatan bagi PSIK FKKMK UGM untuk melakukan evaluasi diri. Melalui proses akreditasi ini, program studi mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri dengan merujuk pada standar pendidikan keperawatan internasional, serta mengembangkan rencana selanjutnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan di PSIK FKKMK UGM.

    Hasil tersebut tentunya tidak lepas dari doa, dukungan, dan upaya maksimal dari berbagai pihak. Semoga PSIK FKKMK UGM mampu mendapatkan hasil akreditasi terbaik.

     

  • | | |

    Di Balik Raihan Sempurna: Perjalanan Zufa Meraih IPK 4,00 di Program Studi Ilmu Keperawatan UGM

    Lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan UGM, Zufa Pasha Sabina menjadi peraih IPK tertinggi dengan indeks kumulatif 4,00  pada wisuda periode II tahun ajaran 2025/2026, Rabu, 25 Februari 2026 di Auditorium Grha Sabha Pramana. Sarjana asal Kebumen ini menjadi satu-satunya peraih IPK 4,00 dalam periode wisuda kali ini. Ia mengaku sempat tak menyangka bisa mencapai angka tersebut. “Senang pastinya. Aku pikir nggak bakal sampai 4, tapi ternyata bisa juga,” ujarnya. Dengan sistem blok, beban SKS yang padat, serta jadwal kuliah yang intens, ia merasa IPK 4,00 bukan target yang mudah.

    Dibalik capaian akademiknya, ada sosok ibu yang menjadi alasan utama ia bertahan. Karena itu, setiap kali merasa lelah atau kehilangan semangat, ia selalu mengingat kembali tujuan awalnya masuk PSIK UGM. “Aku pengin lihat ibu senang. Yang berjuang di sini bukan cuma aku, tapi ibuku juga,” ujar sarjana asal Kebumen ini. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga bentuk bakti atas perjuangan sang ibu. Namun, ia juga menyadari bahwa perjalanan kuliahnya tidak hanya ditopang oleh ibunya seorang. Sejak awal hingga akhirnya menyelesaikan studi, bude dan pakde dari keluarga ibunya turut hadir memberi dukungan, bantuan, dan semangat. Kini, ia hanya memiliki ibu sebagai orang tua, tetapi kehadiran bude dan pakde menjadi bagian penting dari kekuatan yang membantunya bertahan dan menyelesaikan pendidikan, sehingga perjuangan selama ini sesungguhnya adalah perjuangan bersama.Mahasiswa tersebut menilai tantangan terbesar selama kuliah bukanlah ekspektasi orang lain, melainkan menjaga konsistensi diri. Ia merasa perjuangan terberat adalah melawan rasa malas. “Lebih sulit mempertahankan konsistensi. Itu kayak ngelawan diri sendiri biar nggak malas. Karena dari konsistensi itu IPK juga mengikuti,” ungkapnya.

    Dalam menghadapi ujian yang berlangsung tiap bulan atau setiap blok, ia menerapkan pola belajar bertahap. Ia berusaha menyicil materi setiap minggu agar tidak kewalahan saat mendekati ujian. “Sebisa mungkin tiap minggu belajar. Minimal baca satu-dua halaman, itu juga progress,” tuturnya. Dengan cara tersebut, ketika masa ujian tiba, ia hanya perlu mengulang materi yang sudah dipelajari. Ia meyakini belajar sedikit demi sedikit lebih efektif dibanding belajar mendadak.

    Dalam menjalani proses perkuliahan, Zufa juga tak menampik pernah merasa hampir menyerah. Banyaknya tugas, materi yang menumpuk, serta kegiatan non-akademik membuatnya sempat burnout.Ia bercerita bahwa saat itu ia memilih tetap tenang dan mengerjakan tugas satu per satu sesuai target. “Pelan aja nggak apa-apa, yang penting sesuai target. Semuanya pasti selesai dan terlewati,” ujarnya. Ketika rasa lelah terasa berat, ia memberi dirinya waktu untuk beristirahat sejenak, berjalan-jalan, atau memberikan self-reward kecil sebelum kembali fokus.

    Selama menempuh pendidikan, ia menyadari banyak hal yang harus dikorbankan—waktu, tenaga, hingga pikiran. Ia menyebutkan bahwa saat mahasiswa lain sudah menikmati libur semester, ia dan teman-temannya masih harus mengikuti perkuliahan. Meski demikian, ia menilai seluruh pengorbanan itu sepadan dengan hasil dan ilmu yang diperoleh.

    Baginya IPK hanyalah angka. Angka yang menyimpan kilas balik seluruh proses selama masa studi S1. Menurutnya, IPK menjadi simbol dari konsistensi dan kesabaran yang dijalani selama bertahun-tahun. “Nilai itu nunjukin hasil konsistensi dan sabar yang luar biasa,” tambahnya.

    Jika dapat berbicara kepada dirinya di awal masa kuliah, ia mengatakan ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mampu bertahan hingga titik ini. Ia juga menyadari bahwa IPK memang penting, tetapi bukan segalanya. “IPK itu penting, tapi itu bukan segalanya. Tetap jadi manusia yang berguna dan tetap membumi,” pesannya.

    Untuk adik tingkat, ia mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci. Lelah adalah hal yang wajar, tetapi setiap proses, menurutnya, akan terbayar pada waktunya. Ia pun menutup dengan pesan sederhana: jangan sombong dan tetap rendah hati dalam setiap pencapaian.

    (pic by: Akira Photography)

  • | | |

    UGM dan Pemerintah Desa Pandowoharjo Resmi Luncurkan Posyandu ILP di Dusun Jetakan

    Sleman, 14 Desember 2024 – Divisi Keperawatan Komunitas Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pandowoharjo dan Puskesmas Sleman 2, resmi meluncurkan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) di Dusun Jetakan, Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 3, yaitu “Kehidupan Sehat dan Sejahtera.”

    Peluncuran Posyandu ILP dilaksanakan pada Sabtu, 14 Desember 2024, dan diawali dengan kegiatan Posyandu 5 Meja yang melayani balita dan lansia. Sebelumnya, tim pengabdian masyarakat telah memberikan pelatihan kepada kader Posyandu ILP untuk mempersiapkan pelaksanaan dan keberlanjutan layanan kesehatan ini.

    Dalam sambutannya, Bapak Dr. Akhmadi, SKP, MKes, MKep, Sp.Kep.Kom, selaku perwakilan dari UGM, menjelaskan bahwa Posyandu ILP merupakan transformasi dari posyandu yang sebelumnya hanya melayani ibu hamil dan balita, menjadi posyandu yang mencakup seluruh siklus kehidupan. “ILP adalah singkatan dari Integrasi Layanan Primer, yang merupakan bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat. Tujuannya adalah memperluas jangkauan layanan kesehatan agar mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat,” ujarnya.

    Ibu Muslihah, SKM, sebagai perwakilan dari Puskesmas Sleman 2, menyampaikan harapannya agar Posyandu ILP dapat diterapkan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Sleman 2. “Kami berharap inovasi ini dapat menjadi model bagi dusun-dusun lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya.

    Bapak Pranasakti Yoga Suara, SE, selaku perwakilan dari Kalurahan Pandowoharjo, turut mengapresiasi peluncuran ini. “Dengan adanya Posyandu ILP, diharapkan kesehatan masyarakat meningkat dan Posyandu ILP dapat menjadi percontohan bagi posyandu lain di wilayah kalurahan Pandowoharjo,” ujarnya.

    Acara utama diisi dengan ceramah oleh Bapak Purwanta, SKP, MKes, yang membahas pentingnya pola hidup sehat, khususnya dalam mencegah penyakit tidak menular bagi lanjut usia. Dalam paparannya diharapkan lansia bisa dating secara rutin sebulan sekali untuk mengontrol kesehatan serta sehat rohaninya atau mentalnya. Acara ditutup dengan pembuatan komitmen bersama yang dipandu oleh Bapak Dr. Heru Subekti, SKep, MPH. Komitmen ini melibatkan kader dan masyarakat Dusun Jetakan untuk memastikan keberlanjutan Posyandu ILP dengan pelaksanaan layanan kesehatan yang akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

    Dengan dukungan dari seluruh pihak terkait, Posyandu ILP diharapkan mampu menjangkau seluruh warga Dusun Jetakan dan menjadi tonggak awal peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Pandowoharjo.

     

  • | | |

    Pendaftaran Ulang Mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, Pasca Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024

    Diumumkan kepada mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana Universitas
    Gadjah Mada bahwa pendaftaran ulang dan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap
    Tahun Akademik 2023/2024, informasi lebih lanjut dapat dibaca di surat pemberitahuan berikut : https://simpan.ugm.ac.id/s/gmXFNmYTXWMRVqt

     

  • | |

    Pelatihan kader dalam memperkuat pelayanan lanjut usia untuk menyongsong “Integrasi Layanan Primer”

    Yogyakarta, 4 Desember 2024 – Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 4 Desember 2024 telah mengadakan Pelatihan kader dalam memperkuat pelayanan lanjut usia untuk menyongsong integrasi layanan primer yang sedang dan terus di lakukan di beberapa pelayanan primer.  Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat khususnya pada lanjut usia. Harapan dari pelatihan ini meningkatkan partisipsi aktif kader dalam keikutsertaan memberikan pelayanan dasar kepada lanjut usia di masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara luring yang diikuti 7 kader Kesehatan dusun Jetakan, Kalurahan Pandowoharjo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam beberapa rangkaian kegiatan, antara lain: pelatihan kader posyandu lansia,  praktek mengelola posyandu lansia serta evaluasi kegiatan.

    Pembicara dalam acara tersebut yakni Dr. Heru Subekti, SKep, MPH dan Dr. Akhmadi, SKp, MKes, MKep, Sp.Kep.Kom (Departemen Keperwatan Jiwa dan Komunitas FK KMK UGM). Materi yang disampaikan terdiri dari: pentingnya posyandu lanjut usia, persiapan dan pelaksanaan kegiatan lanjut usia dan masalah-masalah yang sering terjadi pada lanjut usia. Penyampaian materi disampaikan secara tatap muka dengan ceramah dan tanya jawab.

    Bapak Dr. Heru Subekti, SKep, MPH memaparkan data lanjut usia di Indonesia dan pentingnya posyandu lansia di masyarakat serta peran kader yang perlu pengetahuan yang memadai serta berbagai permasalahan yang dihadapi lanjut usia. Sedangkan Dr. Akhmadi, SKp, MKes, MKep, Sp.Kep.Kom memberikan berbagai kegiatan serta kesuksesan posyandu lanjut usia di berbagai tempat yang dapat meningkatkan kualitas hidup lanjut usia.

    Pemaparan materi dari kedua narasumber sangat penting untuk menumbuhkan semangat kader dalam mengelola posyandu serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lanjut usia.  Selain itu kegiatan ini juga sebagai persiapan menghadapi layanan terintegrasi yang diterapkan oleh kemkes serta menyongsong hari tua Bahagia.

    Pelatihan yng dilakukan ini serasi dengan agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yakni SDG nomor 3 “Kehidupan sehat dan sejahtera” dan  SDG nomor 4 “Pendidikan berkualitas” yang berkelanjutan bagi masyarakat” .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *