| | |

Pendaftaran Ulang Mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, Pasca Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024

Diumumkan kepada mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana Universitas
Gadjah Mada bahwa pendaftaran ulang dan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap
Tahun Akademik 2023/2024, informasi lebih lanjut dapat dibaca di surat pemberitahuan berikut : https://simpan.ugm.ac.id/s/gmXFNmYTXWMRVqt

 

Similar Posts

  • | |

    Mahasiswa Profesi Ners FKKMK UGM Gencarkan Edukasi Pencegahan Infeksi Nosokomial

    Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan infeksi nosokomial pada hari Sabtu, 4 April 2026.  Kegiatan tersebut berlangsung di Bangsal Bedah Srikandi 3 Rumah Sakit Akademik UGM dengan sasaran pasien beserta keluarga yang sedang menjalani perawatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah (PPKMB).

    Penyuluhan kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta keluarga mengenai pentingnya mencegah infeksi nosokomial guna mendukung keselamatan pasien selama masa perawatan di rumah sakit. Kegiatan penyuluhan ini tentunya sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya “SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera” yang menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

    Kegiatan di gawangi oleh empat mahasiswa profesi ners, yaitu Aisha Nindi Wulansari, S.Kep., Rizka Dewi Khasanah, S.Kep., Syaikhah Hanifah Azaria, S.Kep., dan Zaidah A’liyatul Muthi’ah, S.Kep., di bawah bimbingan dosen Bapak Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D dari Departemen Keperawatan Medikal Bedah FKKMK UGM. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan demonstrasi sederhana.

    Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan bahaya infeksi nosokomial, pentingnya upaya pencegahan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pasien dan keluarga untuk meminimalkan risiko infeksi selama dirawat. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang diperoleh selama pasien menjalani perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko komplikasi.

    Sebagai upaya pencegahan, tim penyuluh menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan melalui praktik enam langkah cuci tangan menggunakan sabun. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami dan mempraktikkan teknik yang benar. Selain itu, peserta juga diedukasi mengenai penggunaan masker dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sebagai bagian dari pencegahan infeksi.

    Peserta penyuluhan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Beberapa pasien dan keluarga menyampaikan bahwa edukasi yang diberikan membantu mereka lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan dan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi selama di rumah sakit. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah sakit, serta mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa profesi ners dalam pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan.

    Kontributor: Aisha Nindi Wulansari; Rizka Dewi Khasanah; Syaikhah Hanifah Azaria; Zaidah A’liyatul Muthi’ah

    Editor: Arifin Triyanto, S.Kep., Ns. M.Kep., Sp.Kep.M.B.; Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D

  • | |

    Program Studi Ilmu Keperawatan Menerima Candidacy Status dari ACEN

    Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, UGM secara resmi menyandang candidacy status dari Accreditation Commission for Education in Nursing (ACEN) terhitung sejak 25 Januari 2023. Candidacy status tersebut diperoleh PSIK FKKMK setelah melewati proses eligibility dan dinyatakan eligible pada tahun 2022. Candidacy status tersebut menandakan bahwa PSIK FKKMK UGM layak untuk melanjutkan ke proses selanjutnya, initial accreditation. ACEN merupakan lembaga akreditasi pendidikan keperawatan internasional yang berbasis di Amerika Serikat, dibawah the Council for Higher Education Accreditation (CHEA) yang juga telah diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republi Indonesia.

    PSIK FKKMK UGM menjadi institusi pendidikan keperawatan pertama di Indonesia yang menjalani proses akreditasi ini. Proses akreditasi internasional dari Lembaga ACEN ditempuh oleh PSIK FKKMK UGM sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan (Continues Quality Improvement), setelah sebelumnya mendapat sertifikasi dari Asian University Network (AUN) pada tahun 2017. Untuk memperoleh akreditasi dari ACEN, institusi pendidikan keperawatan harus melalui proses eligibility, consulting visit, dan akhirnya accreditation. Setelah memperoleh status eligible, PSIK telah melaksanakan tahap selanjutnya yaitu consulting visit pada 10 – 12 Januari 2023. Pada pelaksanaan consulting visit, assessor hadir untuk melakukan observasi proses pembelajaran yang ada di kampus dan wahana praktik. Selain itu, assessor juga memeriksa berkas-berkas pendukung (supporting evidence) dan melakukan wawancara kepada berbagai pihak terkait mulai dari mahasiswa, dosen, tim akademik, dekanat, hingga jajaran rektorat, dengan tujuan validasi data terkait pelaksanaan pendidikan keperawatan di UGM. Semua itu dilakukan karena hasil akhir dari consulting visit adalah menentukan apakah institusi layak menjadi untuk maju ke tahap selanjutnya, yaitu accreditation atau initial accreditation bagi institusi yang baru pertama kali mengikuti proses akreditasi ACEN.

    Berkat upaya yang tekun dari PSIK FKKMK UGM dan dukungan penuh dari universitas, fakultas, dan semua pihak yang terlibat, ACEN secara resmi memutuskan bahwa PSIK FKKMK UGM berhak untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu initial accreditation. Dengan demikian candidacy status dari ACEN resmi disandang oleh PSIK FKKMK UGM terhitung sejak 25 Januari 2023. Nama PSIK FKKMK UGM sebagai candidate telah tercantum pada website resmi ACEN, bersama dengan institusi pendidikan keperawatan lain di dunia.

    http://www.acenursing.com/candidates/candidacy.asp#international

    Selamat kepada Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada atas pencapaian yang telah diraih. Semangat dan semoga sukses untuk tahap selanjutnya, initial accreditation.

    (Sumber: https://fkkmk.ugm.ac.id/program-studi-ilmu-keperawatan-menerima-candidacy-status-dari-acen/)

  • Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim dalam Kerangka Pencapaian Sustainable Development Goals

    Yogyakarta – Lintas Departemen Keperawatan di lingkungan FKKMK UGM berkolaborasi dengan co-host Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Inkes Yarsi Mataram dan Universitas Kochi. Selain itu, bekerja sama dengan mitra Universitas Gothenburg Swedia, Universitas Inland Norwegia, Universitas Chiba Jepang serta Universitas Anglia Ruskin Inggris menyelenggarakan the 5th IJCNS yang mengusung tema “Integrating Climate Change Adaptation into Global Health Strategies to Achieve Sustainable Development Goals (SDGs)” secara hybrid di Ballroom Hotel Eastparc Yogyakarta pada Kamis dan Jumat, 7-8 Agustus 2025.

    Ketua panitia Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH. melaporkan berbagai instansi yang bergabung dalam konferensi ini baik dari Indonesia maupun luar negeri dapat bertukar pengetahuan dan berkolaborasi aktif dalam menghadapi situasi krisis kesehatan dan lingkungan. Selanjutnya, Ketua Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D  menekankan peran kolaborasi dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi risiko kesehatan yang berhubungan dengan iklim dengan strategi adaptasi dalam bidang klinik maupun kesehatan masyarakat.

    Dekan FKKMK UGM Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D, FRSPH mengungkapkan kebanggaannya atas keberanian Departemen Keperawatan mengangkat isu perubahan iklim. Hal ini menunjukkan bahwa keperawatan visioner dan selalu siap menjadi garda terdepan dalam situasi krisis dan pencapaian SDGs.  Konferensi internasional ini mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir baik secara langsung maupun virtual. Total peserta yang bergabung dalam acara ini adalah sebanyak 140 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, perawat, dan juga profesi yang lainnya.

    Acara dilanjutkan dengan sajian tarian tradisional dari Shinta Art Dance berjudul Tari Ayun Paras yang menggambarkan seorang putri Jogja dengan keanggunan dan kecantikan yang mengalami dinamika kehidupan, yaitu sedih senang dimana digambarkan melalui gerakan kipas yang gemulai.

    Berperan sebagai  keynote speaker adalah  Dr. dr. Then Suyanti, MM, Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI. Dr. Suyanti menyampaikan kolaborasi pentahelix diperlukan  dalam menanggapi perubahan iklim yang terjadi Indonesia. Diskusi dilanjutkan hingga 5 diskusi panel dengan berbagai tema untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kurikulum perubahan iklim pada pendidikan, dimana panel 1: kebijakan global dan pendekatan multidisiplin, panel 2: perubahan iklim pada situasi bencana, panel 3: populasi rentan yang terdampak oleh perubahan iklim, panel 4: inovasi pada penelitian, praktik klinik dan pendidikan hingga panel 5: Sistem pelayanan kesehatan untuk mencapai SDGs.

    Pembicara yang terlibat dalam the 5th IJCNS berjumlah 18 ahli dari berbagai belahan dunia baik nasional dan internasional, diantaranya: Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D, FRSPH, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., MS, DS dan Kurnia Putri Yuliandari, S.Kep., Ns., M.Sc dari FKKMK UGM; Ns. Atik Puji Rahayu, S.Kep., M.Kep., Sp. Kep.J dari BAPENA DPP PPNI/PKJN RSJ dr. Marzoeki Mahdi; Dr. Untung Sujianto, S.Kp., M.Kes dari Universitas Diponegoro.

    Danielly de Paiva Magalhães, MPH, PhD dan Gina Friel, DNP, RN, CRNP-P C dari The Global Consortium on Climate Change and Education-Universitas Columbia Amerika Serikat serta Michelle DePhillips,DNP, MPH, RN, ACNPC-AG dari Universitas Delaware, AS.

    Prof. Emerita Margret Lepp (Universitas Gothenburg, Swedia), Dr. Robert Priharjo (Universitas Anglia Ruskin, Inggris), Prof. Jan Ivar Nilson dan Assoc. Prof. Randi E. Martinsen (Universitas Inland, Norwegia); serta Anna Brady (Centre for Sustainable Healthcare, UK).

    Prof. Majima Tomoko dari Universitas Chiba, Jepang; Assoc. Prof. Michiko Kawakami, Universitas Kochi, Jepang; Prof. Nai-Ying Ko, RN, PhD dari National Cheng Kung University, Taiwan dan Dr. Abdullah Alsadhan (Rumah Sakit King Saud Medical City, Arab Saudi)

    Dalam konferensi ini peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian seputar perubahan iklim dan kesehatan. Menjadi langkah penting membangun perubahan berbasis bukti dengan 3 subtema yaitu: Revolutionizing Technology for Health related Climate Changes, Healthcare Across Human Life Cycle Amid Climate Change dan Innovation of Education, Leadership, Policy on Climate Change.

    Beberapa hasil penelitian yang berhasil menjadi presentasi terbaik adalah Kadek Dewi Cahyani dengan judul Intervention for Older Adult in the Age of Climate Change: A Systematic Review of  Intervention Studies, Susi Roida Simanjuntak dengan judul Predictors of Mental Health in Parents of Children With Cancer, dan Muhamad Abi Zakaria dengan judul Climate Change and Child Stunting: A Scoping Review of Key Determinants and Community Health Implications.

    Acara konferensi ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada presenter terbaik, penayangan after movie dan penutupan the 5th IJCNS secara resmi oleh panitia. Mari tetap peduli pada kesehatan dan lingkungan kita & sampai jumpa di acara-acara dari Departemen Keperawatan FKKMK UGM selanjutnya!

    Dokumentasi the 5th IJCNS 2025 dapat diakses di tautan berikut ini: http://ugm.id/dokumentasiIJCNS25

  • Tingkatkan Ketangguhan Perawat Gawat Darurat, RSUP Dr. Sardjito Selenggarakan Webinar Nasional untuk Keselamatan Pasien

    oleh Ns. Heru Nurinto, M.Kep., Sp.Kep.MB., 

    Perawat RSUP Dr. Sardjito, Alumnus PSIK FKKMK UGM

    Pelayanan gawat darurat menuntut kecepatan, ketepatan dan profesionalisme tinggi dalam setiap pengambilan keputusan. Perawat menjadi garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien memiliki tantangan tersendiri ketika dihadapkan pada situasi gawat darurat. Oleh karena itu peningkatan kompetensi dan ketangguhan perawat menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan pasien.

    RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan tentunya memiliki andil yang besar untuk mewujudkan perawat yang tangguh dan memiliki kemampuan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi setelah menghadapi kesulitan atau tekanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan webinar nasional dengan tema “Role of Emergency Nursing in Critically Ill Patients” pada tanggal 11 – 12 Oktober 2025.

    Webinar diikuti 299 peserta, terdiri dari perawat vokasi, ners dan ners spesialis dari seluruh Indonesia. Webinar yang berlangsung selama dua hari, menghadirkan sesi ilmiah, pemaparan kasus, pengalaman praktik klinis, dan penghargaan bagi perawat gawat darurat dalam Emergency Ners Heroes.

    Ketua Panitia, Ns. Nita Aprilia, M.Kep., Sp.Kep.MB menyampaikan bahwa webinar kali ini tidak hanya sebatas wahana pembelajaran akan tetapi juga ada sesi apresiasi bagi perawat gawat darurat se-Indonesia yang tangguh, memiliki dedikasi dan peduli terhadap keselamatan pasien. Setiap perawat gawat darurat adalah pahlawan di garis terdepan pelayanan kemanusiaan.

    Kepala Instalasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dr. Farhan Ali Rahman, Sp.An-TI, FIP menyampaikan tema webinar  ‘Role of Emergency Nursing in Critically Ill Patients’ sangat tepat karena berkaitan erat dengan keselamatan pasien dan mutu layanan.

    Hari pertama narasumber Ns. Welas Riyanto, S.Kep. M.Kep. Sp.Kep.MB sekaligus Ketua Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) membawakan materi “Strategi Membangun Resiliensi Perawat Gawat Darurat Menghadapi Situasi Kritis”. Beberapa upaya untuk meningkatkan resiliensi diantaranya pelatihan klinis dan simulasi, mindfullness dan teknik relaksasi, coping skills dan self-regulation, dukungan sosial dan peer support, penguatan kompetensi dan pengalaman, serta dukungan organisasi.

    Pemateri kedua Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns., MN.Sc, Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, menyampaikan materi “Upaya Peningkatan Situasional Awareness Bagi Perawat Gawat Darurat”. Situasional Awareness merupakan kesadaran situasi, suatu keterampilan yang harus dimiliki perawat gawat darurat.

    Sesi berikutnya penyampaian materi tentang peran perawat dalam menghadapi kasus-kasus pasien kritis. Materi ”Role of Emergency Nurses in the Management of a Patient with Supraventricular Tachycardia” disampaikan oleh Ns. Arni Budi Meisa Ndari, M.Kep, Sp.Kep.MB., Materi “Role of Emergency Nurses in the Management of a Patient with Impaired Awareness of Hypoglycaemia in Septic Shock” disampaikan oleh Ns. S.H Septyanti H.S, M.Kep., Sp.Kep.MB. Sedangkan materi “Role of Emergency Nurses in the Management of a Patient with Myasthenia Gravis” disampaikan oleh Ns. Candradewi Mahardika Ranukusuma, M.Kep., Sp.Kep.MB.

    Pada hari kedua, webinar membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi di pelayanan gawat darurat rumah sakit. Materi terkait:

    1. Overcrowding Management: Solusi Sistemik untuk Optimalisasi Pelayanan Kegawatdaruratan dalam Menghadapi Lonjakan Pasien” disampaikan oleh Isa Tri Edi, S.Kep., Ns. Overcrowding menjadi masalah yang sering terjadi di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit. Penanganan overcrowded di IGD diantaranya percepatan keputusan medis dan koordinasi dengan ruang rawat inap agar menambah ekstra bed, menambah ruang rawat, membentuk ruang transit, dan menetapkan ruang tersendiri khusus untuk pasien dari IGD.
    2. “Etika Klinis dan Komunikasi Sulit pada Kondisi Emergency” yang disampaikan oleh Edi Sukoco, S.Kep., Ns,
    3. “Evidence-Based Emergency Nursing: Peran Data Mutu dalam Peningkatan Kualitas Layanan Kegawatdaruratan” oleh Wahyu Dwi Nugroho, S.Kep., Ns.

    Sesi terakhir webinar adalah penghargaan untuk perawat IGD dalam program Emergency Ners Heroes yang dipandu oleh Eko Budi Santoso, S.Kep., Ns. Emergency Ners Heroes adalah ajang apresiasi yang ditujukan bagi perawat-perawat IGD di Indonesia atas dedikasi, ketangguhan, dan kepedulian dalam pelayanan kegawatdaruratan. Melalui kisah nyata perjuangan perawat-perawat gawat darurat, program ini menghadirkan inspirasi tentang keberanian, resiliensi atau inovasi dalam menghadapi pasien kritis maupun situasi darurat. Para calon pemenang Emergency Ners Heroes melengkapi berkas yang harus disiapkan dan akan dinilai oleh dewan juri.

    Setelah melalui serangkaian proses seleksi dan penjurian, hasil penilaian juri yang diketuai oleh dr. Andreas Dewanto memutuskan pemenang Emergency Ners Heroes 2025 adalah Ners Anggi Setiawan dari PKU Muhammadiyah Metro Lampung sebagai Emergency Ners Heors kategori Emergency Humanitarian Mission. Ners Slamet Hidayat, dari RSUD SLG Kediri pemenang kategori Emergency Department Dedication. Ners Ngakan Nyoman Rai Bawa dari RSUP Ngoerah Bali pemenang kategori Emergency Care Education and Research dan Ns. ⁠Panji Putro Pamungkas dari Mayapada Hospital Surabaya pemenang kategori Emergency Teamwork and Leadership.

    Selamat kepada para pemenang. Semoga inisiatif ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga simbol semangat kolektif perawat IGD di Indonesia untuk terus meningkatkan mutu pelayanan darurat dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

  • | |

    PROGRAM KERJA PRAKTIK HDSS SLEMAN

    HDSS Sleman membuka kesempatan bagi mahasiswa dan umum untuk melakukan kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman guna menerapkan ilmu, mendapatkan pengalaman di dunia kerja, membangun jejaring profesional, dan meningkatkan kompetensi diri.

    Dalam kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman, peserta kerja praktik akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan HDSS Sleman yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta kerja praktik. Adapun beberapa keterampilan yang dapat dipelajari selama kegiatan kerja praktik di HDSS Sleman, adalah sebagai berikut:

    • Manajemen Proyek Penelitian
    • Manajemen Proyek Pengabdian Masyarakat
    • Publikasi hasil penelitian
    • Pengembangan aplikasi kuesioner digital
    • Manajemen data
    • Analisis data kesehatan populasi

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai alur dan persyaratan, dapat diakses melalui tautan berikut https://hdss.fk.ugm.ac.id/pendidikan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *