| |

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Keperawatan Program Rekognisi Pembelajar Lampau TA 2025/2026

DESKRIPSI PROGRAM STUDI

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 41 tahun 2021,  Rekognisi Pembelajaran Lampau yang selanjutnya disingkat RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu.

Program Studi Ilmu Keperawatan membuka jalur RPL untuk perawat-perawat yang berafiliasi/ berstatus perawat di Rumah Sakit jejaring Academic Health System (AHS) Universitas Gadjah Mada untuk menempuh pendidikan alih jenjang dari lulusan Diploma 3 (DIII) menjadi Profesi Ners.

 

Syarat Pendaftaran

Persayaratan Umum:
a. Warga Negara Indonesia
b. Berbadan sehat
c. Tidak buta warna total
d. Tidak memiliki riwayat penggunaan NAPZA

Persyaratan Khusus:
a. Maksimal berusia 47 (empat puluh tujuh) tahun pada saat mendaftar
b. Berijazah Program Diploma 3 Program Studi Keperawatan dengan akreditasi minimal B saat
sekarang
c. Memiliki pengalaman kerja di Rumah Sakit paling sedikit 3 (tiga) tahun
d. Rumah sakit pengirim berasal dari Rumah Sakit dalam Academic Health System
Universitas Gadjah Mada
e. Memiliki ijin atau tugas belajar resmi yang disetujui dikeluarkan oleh Rumah Sakit pengirim
sebagaimana dimaksud pada huruf d
f. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 2,75 (dua koma tujuh lima) dalam skala
4,00 (empat koma nol nol) pada Pendidikan sebelumnya dan
g. Dinyatakan lulus ujian seleksi program rekognisi pembelajaran lampau

Kelengkapan Dokumen:
a. Pas foto 6 bulan terakhir ukuran 4×6 background merah
b. Foto copy ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir
c. Surat keterangan sehat dari dokter rumah sakit/ Puskesmas/ Dokter Praktek Swasta
d. Surat keterangan bebas NAPZA dari rumah sakit atau klinik yang memiliki izin dari pemerintah
e. Surat keterangan tidak buta warna total
f. Sertifikat pelatihan, seminar, workshop, publikasi, dll dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.
g. Sertifikat AcEPT dan TPA yang masih berlaku 2 tahun terakhir
h. Foto copy Kartu Tanda Penduduk
i. Surat pernyataan kesanggupan menjadi preceptor klinis
j. Foto copy SK pengangkatan pegawai terakhir
k. Surat tugas atau izin belajar dari rumah sakit
l. Surat jaminan pembiayaan dari rumah sakit
m. Hasil tes MMPI dari RSUP Dr. Sardjito
n. Tulisan autobiografi minimal 300 kata yang memuat prestasi saat bekerja

 

Time line penerimaan calon mahasiswa RPL di PSIK FK-KMK UGM Tahun Ajaran 2025/2026

No Kegiatan Waktu
1. Pendaftaran online dan unggah
dokumen
5 – 28 Mei 2025
melalui Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru UGM
2. Penerimaan Dokumen Pendaftaran
(hardcopy)
5 – 28 Mei 2025 melalui Sekretariat Program Studi
Sarjana Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM
(CP: Murtiningsih, 081328455567)
3. Pembayaran Biaya Pendaftaran 5 – 28 Mei 2025 sesuai jadwal yang tercantum
pada kode pembayaran setiap peserta seleksi.
Biaya pendaftaran Rp 500.000,00
4. Pengumuman Seleksi Administrasi 4 Juni 2025
5. Pelaksanaan Tes Wawancara 11 – 13 Juni 2025
6. Pengumuman Hasil Tes Wawancara 18 – 20  Juni 2025
7. Research Camp bagi yang lulus seleksi 23 Juni – 18 Juli 2025
8. Registrasi Mahasiswa Baru, Pembayaran
UKT, Pengurusan KTM, PPSMB dan lain-lain
Mengikuti kalender Akademik UGM TA 2025/2026
(estimasi Juli-Agustus)
9. Mulai Kegiatan Akademik TA 2024/2025 Mengikuti kalender Akademik UGM TA 2025/2026

 

Similar Posts

  • | | |

    Program Gamatirta sebagai Implementasi dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang Optimal, Tersistem, dan Terintegrasi

    Tirtohargo, Kretek, Bantul. Kamis (9/6) Tim PKM-PM GAMATIRTA “Gerakan Masyarakat Tirtohargo Tangguh Bencana” melangsungkan program pelatihan kesiapsiagaan bencana, meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan Psychological First Aid diikuti oleh workshop serta simulasi langsung oleh Kader FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) berkolaborasi dengan BPBD DIY dan PSIK FK-KMK.

    Program tersebut digagas oleh Tim Gamatirta yang terdiri dari Ferdinan Eka (Geofisika’19), Faiz Indra (PSIK’19), Nadia Safa (PSIK’19), Afif Arrahul (Psikologi’19), dan Sekar Arvianda (Psikologi’20), dengan pembimbing Bpk Sutono, S.Kp., M.Sc.,M.Kep. Gamatirta sendiri bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana alam masyarakat Desa Tirtohargo melalui perpanjangan tangan dari Kader FPRB desa setempat.

    “Gamatirta merupakan solusi alternatif yang aplikatif dalam mempersiapkan Desa Tirtohargo menghadapi potensi ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami. Terlebih, desa ini memang sangat rentan terpapar potensi kedua bencana tersebut apabila dilihat dari lokasinya yang berbatasan langsung dengan zona subduksi di selatan Jawa dan dekat dengan zona Sesar Opak” ujar Ferdinan Eka selaku ketua Tim Gamatirta.

    “Sebagai salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi korban jiwa akibat bencana, Gamatirta menjadi aksi yang relevan dan mudah untuk dilakukan. Harapannya, dengan adanya program Gamatirta ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Tirtohargo dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui FPRB-nya”  ucap Ferdinan Eka selaku Ketua Tim Gamatirta.

    Lebih dari 25 orang Kader FPRB turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program yang terdiri dari Sembada (Seminar kebencanaan dan dampaknya), Pelita (Pelatihan Tangguh Bencana), dan Simultan (Simulasi Tanggap Bencana). Program unggulan tersebut diiringi dengan beberapa program penunjang, seperti peninjauan sarana prasarana dan fasilitas (papan informasi, plangisasi, dan inventarisasi alat P3K), penanaman mangrove massal bersama komunitas magrove desa setempat, dan pemberian booklet pedoman/buku saku kebencanaan kepada Kader FPRB untuk mendukung keberlanjutan serta kemandirian Program Gamatirta.

    Gagasan Gamatirta berasal dari kondisi geografis Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul yang menjadi salah satu wilayah pesisir Pantai Pulau Jawa dan gempa bumi megathrust yang berpotensi menimbulkan bencana alam tsunami. Ditambah dengan kondisi demografis masyarakat desa setempat yang belum memiliki kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam meminimalisir risiko bencana alam dari segi fisik dan psikologis.

    “Program penanggulangan bencana saat ini sudah bergeser dari yang semula difokuskan di respon akut, menjadi peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mengacu kepada Sendai Framework, fokus penanggulangan bencana saat ini adalah Disaster Risk Reduction (DRR), dimana program pengurangan risiko bencana menjadi fokus utama dalam penanggulangan bencana secara umum” ujar Pak Sutono selaku dosen pembimbing tim.

    “Ada tiga komponen penting yang menjadi variable dari Risiko bencana yaitu Hazard/Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas. Hazard mungkin sulit untuk dikendalikan, tetapi kerentanan dapat diintervensi dengan melakukan pemberdayaan dan management kelompok rentan yang baik, sehingga nilai kerentanan bisa ditekan serendah mungkin. Sementara itu kapasitas, bisa ditingkatkan dengan peningkatan literasi dan pelatihan-pelatihan. Dengan demikian Risiko bencana bisa menjadi turun” tambah Pak Sutono selaku dosen pembimbing tim.

    Langkah awal yang dilakukan ialah melakukan identifikasi kebutuhan dan masalah, didapatkan bahwa aktivitas dan arah gerak Kader FPRB desa setempat belum optimal/berdaya. Selain itu, pelatihan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan juga belum masif dan komprehensif sehingga terbilang eksistensi Kader FPRB belum terlihat.

    “Kami melakukan identifikasi permasalahan diikuti oleh survei dan observasi yang selanjutnya ditindaklanjuti untuk menyusun rencana aksi program agar dapat terlaksana secara masif, proaktif, partisipatif, serta tepat sasaran” ujar Faiz anggota Tim Gamatirta.

    Dari beragam problem hasil identifikasi permasalahan, selanjutnya dipilihlah topik manajemen kegawatdaruratan yang meliputi Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan Psychological First Aid yang kemudian ditindaklanjuti melalui rencana aksi dan program inovatif. Rencana aksi tersebut disusun sebagai upaya mewujudkan Desa Tirtohargo menjadi Desa Tangguh Bencana ditinjau dari segi sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sarana prasarana/fasilitas penunjang mitigasi kebencanaan.

    “Kami mengapresiasi program dalam konteks pengabdian masyarakat yang ditujukan masyarakat dan kader FPRB di Desa Tirtohargo, Bantul. Paradigma sekarang berubah yang semula masyarakat itu ditolong, sekarang menolong. Program ini kami dukung sekali karena masyarakat bisa terlatih dan terampil sehingga bisa menjadi tangguh menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman atau potensi bencana” ujar Pak Enaryaka perwakilan BPBD DIY.

    “Ditambah..dengan peran serta dari organidasi terkait, lembaga, usaha, pemerintah, serta kalurahan dalam menjalin keberlangsungan proses mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Desa Tirtohargo ini” tambah Pak Petrus Ketua Kader FPRB.

    “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi tim UGM yang ikut serta memikirkan hutan mangrove dan kelestarian lingkungan hidup, harapan kami penanaman mangrove dapat menanggulangi bencana di wilayah kami sehingga dengan penanaman mangrove ombak air laut bisa terhalangi oleh hutan mangrove, semoga tim UGM mendapat pahala dari Allah SWT dan sukses selalu untuk teman-teman dari UGM” apresiasi Kepala Desa Tirtohargo, Bantul.

    Dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana, program gamatirta memiliki potensi dan kemampuan meningkatkan komunikasi risiko bencana, meminimalisir risiko dan dampak bencana, menumbuhkan kesadaran; kepekaan; dan modal sosial, mengimplementasikan praktik mitigasi bencana sesuai teori yang tepat, dan mewujudkan derajat kesehatan secara holistik (fisik, spiritual, sosial, dan spiritual).

    Harapannya, dengan dilaksanakan program pelatihan yang diikuti oleh seminar dan simulasi kebencanaan (PPGD dan PFA) Kader FPRB memiliki kemampuan dan kapasitas dalam melaksanakan praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat serta Psychological First Aid sesuai intrepretasi teori yang baik dan benar. Selain itu, program yang sudah dilaksanakan hendaknya bisa ditindaklanjuti dan dikaji lebih lanjut oleh stakeholder desa mitra setempat agar dapat menunjang aspek kebermanfaatan, keterlibatan, dan keberlanjutan. [Faiz Indra (psik’19)]

  • | |

    MBKM Pertukaran Pelajar Prodi Ilmu Keperawatan UGM – Prodi Keperawatan UNDIP

    Pendaftaran MBKM pertukaran mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada dengan Program Studi Keperawatan Universitas Diponegoro telah dibuka. Kuota tersedia untuk 5 orang mahasiswa. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan antara lain:

    • Wound Ostomy & continence care
    • Correctional Nursing
    • Keperawatan pada Pasien HIV/AIDS
    • Komunikasi Bisnis
    • Forensic of Nursing

    Pendaftaran dibuka hingga 24 Januari 2025 melalui link berikut : bit.ly/mbkm_pertukaranundippsik

  • | | |

    Pengumuman Diterima Mahasiswa Baru Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2023

    Berdasarkan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2023 Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Pendidikan Program AHS (Academic Health System), dengan ini disampaikan daftar peserta yang dinyatakan DITERIMA sebagai mahasiswa tahun 2023 dalam daftar terlampir.

    Peserta yang dinyatakan DITERIMA wajib melakukan registrasi melalui SIMASTER menggunakan akun pendaftaran masing-masing.

    Lampiran:
    Pengumuman hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2023 

  • | | |

    Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Keperawatan Program Rekognisi Pembelajar Lampau TA 2026/2027

    📢 Pendaftaran mahasiswa melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM telah dibuka 🏥

    DESKRIPSI PROGRAM STUDI

    Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 41 tahun 2021,  Rekognisi Pembelajaran Lampau yang selanjutnya disingkat RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu.

    Program Studi Ilmu Keperawatan membuka jalur RPL untuk perawat-perawat yang berafiliasi/ berstatus perawat di Rumah Sakit jejaring Academic Health System (AHS) Universitas Gadjah Mada untuk menempuh pendidikan alih jenjang dari lulusan Diploma 3 (DIII) menjadi Profesi Ners.

      

     Sosialisasi Program RPL

    Sosialisasi mengenai detail program RPL akan dilaksanakan secara daring via zoom meeting pada:

    Hari, tanggal: Jumat, 24 April 2026

    Pukul: 13.00-selesai

    Meeting ID: 981 4446 0319
    Passcode: RPLPSIK26

     

  • | | |

    Pendaftaran Ulang Mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, Pasca Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024

    Diumumkan kepada mahasiswa Program Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana Universitas
    Gadjah Mada bahwa pendaftaran ulang dan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap
    Tahun Akademik 2023/2024, informasi lebih lanjut dapat dibaca di surat pemberitahuan berikut : https://simpan.ugm.ac.id/s/gmXFNmYTXWMRVqt

     

  • | | |

    Konferensi Pers dan Pameran Produk Inovasi Pembelajaran dalam Pendidikan Keperawatan PSIK FK-KMK UGM

    Perkembangan media pembelajaran berjalan sangat dinamis seiring dengan kemajuan teknologi yang tersedia. Tidak terkecuali pada pendidikan profesional Ners,  sejatinya profesi Ners yang tidak hanya harus menguasai materi-materi pembelajaran, mahasiswa juga harus dibekali dengan keterampilan yang mumpuni, sehingga lulusan Ners dapat terjun langsung ke dunia kerja tanpa melalui proses panjang persiapan sebelum bekerja. Media pembelajaran berbasis teknologi terus dikembangkan meyesuaikan perkembangan zaman untuk meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran, mengasah critical thinking serta sikap dan perilaku profesional dalam pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Bahkan teknologi sekarang ini juga sudah mampu mengasah kemampuan mahasiswa dalam penguasaan skill keperawatan.

    Kebutuhan media belajar yang inovatif dan memadai dalam kondisi pandemi saat ini, memotivasi Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan dalam mengembangkan beberapa media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Oleh karena itu, dalam rangka mengenalkan hasil-hasil produk inovasi media pembelajaran ke masyarakat, Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan mengadakan konferensi pers dan pameran produk inovasi pembelajaran yang bertajuk Never Ending Innovation For Better Quality Nursing Education”.

    Perwakilan dari Departemen Keperawatan sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Haryani, S.Kp., M.Kes., PhD dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa sampai saat ini sudah banyak inovasi inovasi media pembelajaran yang dihasilkan oleh staf dosen dan mahasiswa di Program Studi Ilmu Keperawatan diantaranya meliputi video, aplikasi android yang memfasilitasi refleksi, game untuk pembelajaran kegawatdaruratan, webgame, dan virtual reality (VR). VR merupakan teknologi yang cukup komplek tergolong baru dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

    Saat ini Program Studi Ilmu Keperawatan mengembangkan 2 buah VR dengan salah satunya dapat digunakan oleh dua player sekaligus (multiplayer). VR ini dapat digunakan oleh kedua player secara bersamaan walaupun kedua player berada pada tempat yang berbeda. Penggunaan VR multiplayer ini memungkinkan interaksi diantara kedua player di dalam satu environment VR yang sama. VR pertama yang dikembangkan adalah VR Bathing yang membantu mahasiswa memahami prosedur memandikan pasien. Selain itu, VT Triage Simulation (VT-TS) dikembangkan untuk meningkatkan critical thinking mahasiswa dalam menentukan status triase pasien yang masuk ke IGD.

    Selain VR aplikasi aplikasi baik web-based maupun android app-based yang mendukung pembelajaran juga banyak dibuat. Salah satu yang aplikasi terbaru adalah Virtual Case Analysis Global Health (VIEGLOBE). Kurnia Yuliandari, S.Kep., Ns., MSc, salah satu pengebang VIEGLOBE, menjelaskan bahwa aplikasi ini bertujuan membawa mahasiswa kepada pemahaman lebih lanjut mengenai kesehatan, yang tidak hanya dipengaruhi oleh mereka yang berkecimpung di dunia kesehatan, tetapi juga dipengaruhi faktor lain semisal dari masyarakat, sosial, dan lintas sektoral lain. Media-media pembelajaran lain yang juga dipamerkan dalam acara ini, antara lain :

    1. Clinical Practice Reflection (CPR) dan My Learnig Journal (MLJ) : Aplikasi reflective journaling dan portofolio pembelajaran mahasiswa tahap akademik
    2. Gamification Emergensi dengan Sumber Daya Terbatas (GAMEST) : Gamifikasi emergensi berbasis web untuk menunjang pembelajaran blok Emergency and Critical Care. Video emergensi berseri di embed kan di youtube. User memilih jawaban sesuai video kasus.
    3. DECARDIA : Aplikasi ini merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang memberikan fasilitas hitung tingkat risikokardiovaskular dan menyajikan edukasi sesuai tingkatan. Aplikasi ini mengadaptasi instrumen yang bernama WHO/ISH risk prediction charts yang di keluarkan oleh World Health Organization dan International Society of Hypertension.
    4. PRIMAGRAVIDA : Aplikasi berbasis web utk membantu ibu hamil dalam memonitor kehamilan (berat badan, menu makanan, kepatuhan obat), menyediakan media edukasi.
    5. Aplikasi Sistem Pelayanan Lansia Tangguh : aplikasi ini membantu mahasiswa dalam memahami penyusunan asuhan keperawatan sampai dengan dokumentasi keperawatan untuk pasien lansia di komunitas
    6. PASIVIK
    7. Video video edukasi seperti Mitos dan Fakta Seputar Kanker, Video Edukasi Pencegahan COVID-19 pada Anak, dll.

    [sp_wpcarousel id=”3106″]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *