
Yogyakarta – Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas FKKMK Universitas Gadjah Mada dan Puskesmas Jetis 2, Bantul menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemberdayaan Caregiver dan Kader Jiwa dalam Perawatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)”. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jetis 2, Bantul yang meliputi kalurahan Canden dan Patalan. Rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama bulan Oktober 2025 ini bertujuan memperkuat peran keluarga dan kader kesehatan sebagai pendamping utama dalam perawatan ODGJ di komunitas.
Program pengabdian kepada masyarakat diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan di Aula Puskesmas Jetis 2, pada 2 Oktober 2025. FGD ini melibatkan perwakilan kader jiwa dan caregiver. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dasar mengenai kesehatan jiwa komunitas dan langkah perawatan ODGJ di rumah. Tim pengabdian masyarakat melakukan pemetaan awal terkait pengetahuan, kesiapan, serta tantangan yang dihadapi kader dan keluarga dalam proses perawatan ODGJ sehari-hari. Diskusi kelompok membuka ruang berbagi pengalaman nyata di lapangan, mulai dari kendala komunikasi, kepatuhan terapi, hingga cara menghadapi stigma sosial. Hasil FGD menjadi dasar penyusunan strategi pelatihan agar materi disampaikan sesuai kebutuhan peserta.

Tahap berikutnya adalah pelatihan kader yang dilaksanakan pada 8 Oktober 2025. Berjumlah 33 peserta mengikuti pre-test menggunakan instrumen singkat kondisi emosi, sikap, pengetahuan, pengalaman dan peran dalam merawat ODGJ. Materi kemudian difokuskan pada keterampilan yang dapat langsung diterapkan, seperti komunikasi terapeutik, manajemen stres keluarga, serta penanganan awal dan proses rujukan sesuai kondisi psikologis ODGJ. Tim pengabdian masyarakat menggunakan metode interaktif, termasuk role play dan simulasi kasus yang diambil dari pengalaman kader jiwa dan caregiver. Sesi debriefing memastikan peserta mampu melakukan refleksi dan mengintegrasikan keterampilan baru ke dalam praktik pendampingan di rumah dan masyarakat.
Sebagai penerapan langsung, kunjungan door-to-door (27–29 Oktober 2025) dilakukan ke rumah caregiver ODGJ di wilayah Puskesmas Jetis 2. Dalam kegiatan ini, caregiver didampingi untuk melakukan interaksi terapeutik, memantau kondisi klien, serta penguatan dukungan keluarga. Pada akhir program, disusum rencana tindak lanjut dibuat bersama Puskesmas untuk memastikan keberlanjutan pendampingan perawatan ODGJ di rumah.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun komunitas yang lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan jiwa, serta memperkuat kolaborasi antara instansi pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat. Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, keluarga dan kader dapat menjadi mitra utama dalam proses pemulihan ODGJ di komunitas. Pengabdian kepada masyarakat ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs 3 kesehatan dan kesejahteraan, serta memperkuat SDGs 4 dan SDGs 17 melalui peningkatan kapasitas dan kemitraan lintas sektor. (Kontributor: Ade Sutrimo, S.Kep., Ns., MSN., Sp.Kep.J.)