Yogyakarta, 3 April 2026 – Sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh penduduk di segala usia, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan sebagai bagian dari edukasi kesehatan berkelanjutan.
Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 3 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Bangsal Anggrek 2 RSUP Dr. Sardjito dengan sasaran keluarga pasien. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah (PPKMB). Topik utama penyuluhan kesehatan adalah keterampilan memandikan pasien dengan kelemahan ekstremitas di tempat tidur. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien dalam memandikan pasien di rumah.
Kegiatan dilakukan oleh empat mahasiswa profesi ners, yaitu Dela Anggraeni, Graciella Amariliza Stefani Yopi, Muhammad Azka Najhan, dan Nicodemus Saputra, dibawah bimbingan dosen Ibu Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes dari Departemen Keperawatan Medikal Bedah FK-KMK UGM dan Ibu Siti Nurjannah, S.Kep., Ns dari Bangsal Anggrek 2. Kegiatan berlangsung dimulai dari pre-test, penjelasan secara interaktif, demonstrasi memandikan pasien dengan benar, sesi tanya jawab, pembagian hadiah, dan penutup. Materi yang disampaikan meliputi manfaat kebersihan diri dengan memandikan pasien, mitos fakta mengenai kebersihan diri terkait dengan mandi, prinsip dasar perawatan diri, persiapan peralatan yang diperlukan, urutan memandikan pasien dengan benar, dan penyelesaian. Sesi demonstrasi dilaksanakan beriringan dengan penyampaian materi khususnya pada topik urutan memandikan pasien sebagai upaya memastikan pemahaman yang mendalam bagi seluruh peserta. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta terkait pengalaman dalam memandikan pasien. Peserta juga mendapatkan media pembelajaran berupa leaflet yang dapat dibawa pulang. Seluruh peserta tampak antusias dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi.
Penyuluhan ini secara khusus menargetkan keluarga pasien dengan kondisi kelemahan ekstremitas akibat gangguan neurologis. Kondisi ini sering kali membuat pasien mengalami keterbatasan mobilitas fisik yang meningkatkan ketergantungan terhadap bantuan orang lain dalam memenuhi aspek kebutuhan dasar khususnya kebersihan diri atau personal hygiene. Penyuluhan ini bukan hanya sekedar pemberian informasi melainkan juga sebagai bentuk pemberdayaan keluarga pasien agar memiliki rasa percaya diri dan keterampilan yang tepat dalam memberikan perawatan pada anggota keluarga terkasih, terutama pada aspek kebersihan diri yang berdampak langsung pada proses pemulihan kondisi dan kenyamanan pasien.
Kegiatan penyuluhan yang melibatkan kolaborasi antara akademisi dan fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan pengetahuan antara tenaga medis dan keluarga.Dengan demikian, perawatan pasien secara holistik dapat terus berlanjut bahkan setelah pasien dinyatakan dapat rawat jalan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien pasca rawat inap dengan dukungan keluarga melalui penguatan pada aspek pengetahuan dan keterampilan.
Kontributor: Dela Anggraeni; Graciella Amariliza Stefani Yopi; Muhammad Azka Najhan; Nicodemus Saputra
Editor: Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes; Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB