Kulon Progo, 3 Juni 2026 — Upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) terus diperkuat melalui peluncuran Sekolah Lansia yang diselenggarakan pada Rabu, 3 Juni 2026, melalui kolaborasi antara tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo ini menjadi momentum penting dalam membangun lingkungan yang mendukung terwujudnya lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Acara dihadiri sekitar 70 peserta, yang terdiri dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta para lansia peserta sekolah lansia.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, BKKBN DIY, BKKBN Kabupaten Kulon Progo, Indonesia Ramah Lansia, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Panewu Pengasih, Kepala Puskesmas Pengasih, KUA Pengasih, Pemerintah Kalurahan Pengasih, kader sekolah lansia, serta para lansia dari wilayah setempat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Lurah Pengasih yang menyampaikan apresiasi atas hadirnya program sekolah lansia sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat usia lanjut. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Panewu Pengasih yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan peningkatan jumlah penduduk lansia.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pembinaan dari BKKBN DIY yang disampaikan oleh Mustikaningtyas, yang menyoroti pentingnya pendekatan keluarga dan komunitas dalam mewujudkan lansia tangguh dan sejahtera. Dari pihak UGM, materi penguatan diberikan oleh Heru Subekti yang menekankan bahwa sekolah lansia bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga wadah pemberdayaan untuk mempertahankan kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pada usia lanjut.
Rangkaian kegiatan kemudian diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan. Setelah itu, sesi Sekolah Lansia dimulai dengan fasilitator yang berasal dari para kader lansia yang terlatih.
Menariknya, seluruh fasilitator telah menjalani pelatihan intensif selama satu bulan sebelumnya yang difasilitasi oleh tim FK-KMK UGM, Indonesia Ramah Lansia, dan BKKBN DIY. Bekal pelatihan tersebut tampak dari kemampuan kader dalam memandu proses pembelajaran secara aktif dan komunikatif.
Berdasarkan hasil evaluasi awal selama pelaksanaan kegiatan, para fasilitator menunjukkan kepercayaan diri yang baik dalam memberikan edukasi kepada peserta lansia. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya sekolah lansia sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong lansia agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang optimal.
Melalui peluncuran program ini, diharapkan Sekolah Lansia dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan memperkuat dukungan lintas sektor dalam menghadapi peningkatan populasi lansia di masa mendatang.
Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, layanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung penuaan yang sehat dan bermartabat.
(Kontributor: Dr. Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom.)