Kulon Progo, 4 Juni 2026 — Upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan tetap berdaya di masyarakat terus diperkuat melalui peluncuran Sekolah Lansia “Arum Sejati” yang dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026 di Padukuhan Kagongan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting pengembangan program pemberdayaan lansia berbasis komunitas dan merupakan implementasi nyata dari pelatihan fasilitator sekolah lansia yang diinisiasi oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerja sama dengan BKKBN DIY serta Indonesia Ramah Lansia.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, Sekolah Lansia “Arum Sejati” menghadirkan inovasi dengan mengedepankan pemberdayaan kader lokal sebagai fasilitator utama pembelajaran lansia. Para kader tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan sehingga mampu menjadi penggerak kegiatan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Dari total 62 lansia berusia 60 tahun ke atas yang berada di Padukuhan Kagongan, sebanyak 52 lansia hadir dan mengikuti kegiatan launching, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap hadirnya ruang belajar dan pemberdayaan bagi kelompok usia lanjut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan lansia sebagai langkah promotif dan preventif dalam menjaga kualitas hidup usia lanjut. Setelah itu, peserta mengikuti senam bugar lansia yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan sebelum memasuki acara inti peluncuran sekolah lansia.
Acara launching dibuka dengan sambutan dari ketua Sekolah Lansia Arum Sejati, bapak Sukardal, yang menyampaikan harapan agar sekolah lansia menjadi wadah belajar sekaligus ruang interaksi sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Banjararum, bapak Warudi, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap hadirnya program sekolah lansia di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan sekolah lansia menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kelompok usia lanjut agar tetap aktif, sehat, dan berkontribusi di masyarakat.
Pembinaan dan arahan juga diberikan oleh ibu Rohina, yang menekankan bahwa lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok penerima layanan, tetapi juga sebagai individu yang tetap memiliki potensi untuk berkembang, berbagi pengalaman, dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan.
Momen puncak kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ibu Rohina sebagai simbol resmi dimulainya operasional Sekolah Lansia “Arum Sejati”. Prosesi tersebut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Panewu Kalibawang, tim Indonesia Ramah Lansia, Kepala BKKBN Kabupaten Kulon Progo, Kepala Desa Banjararum, serta Kepala KUA.
Melalui hadirnya Sekolah Lansia “Arum Sejati”, diharapkan lansia tidak hanya menjadi penerima pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi kelompok masyarakat yang mandiri, produktif, aktif secara sosial, dan tetap berdaya guna sesuai kapasitas masing-masing.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang ramah lansia dan berkelanjutan.
(Kontributor: Dr. Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom.)