Yogyakarta – Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) yang sedang menjalani stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai perawatan akses vaskular Cimino di rumah bagi pasien hemodialisis. Kegiatan ini dilaksanakan di Unit Hemodialisis Yudhistira 5 Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien dalam merawat akses vaskular secara mandiri.
Penyuluhan ini mengangkat tema pentingnya perawatan Cimino di rumah untuk menjaga fungsi akses vaskular, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisis rutin. Materi yang disampaikan meliputi pengertian akses Cimino, cara menjaga kebersihan area fistula, aktivitas yang perlu dihindari, cara memantau fungsi fistula secara mandiri, serta tanda dan gejala komplikasi yang perlu segera dilaporkan kepada tenaga kesehatan.
Kegiatan diikuti oleh 13 peserta yang terdiri atas pasien hemodialisis, keluarga atau penunggu pasien, serta perawat yang bertugas di Unit Hemodialisis Yudhistira 5. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait perawatan harian Cimino, aktivitas yang aman dilakukan, serta langkah yang harus diambil ketika muncul tanda-tanda komplikasi disampaikan oleh peserta dan didiskusikan bersama pemateri.
Penyuluhan dilaksanakan secara interaktif dengan menggunakan media edukasi yang dirancang untuk memudahkan pemahaman peserta. Selain memberikan informasi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pasien dan keluarga untuk berbagi pengalaman selama menjalani terapi hemodialisis dan merawat akses vaskular di rumah. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan pasien dapat lebih percaya diri dalam melakukan perawatan mandiri sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan dan keberlangsungan terapi hemodialisis dapat terjaga dengan baik.
Kegiatan ini mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai perawatan akses vaskular Cimino untuk mencegah komplikasi, menjaga keberlangsungan terapi hemodialisis, serta meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis. Edukasi yang diberikan juga merupakan bentuk promosi kesehatan dan upaya preventif yang berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien.
Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan edukasi kesehatan yang mudah dipahami, berbasis bukti, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga. Peningkatan literasi kesehatan diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan yang tepat terkait perawatan kesehatan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan akses informasi kesehatan yang setara kepada seluruh pasien dan keluarga yang hadir sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam pengelolaan penyakit kronis.
Lebih lanjut, kolaborasi antara mahasiswa profesi ners, dosen pembimbing akademik, perawat klinis, pasien, dan keluarga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals). Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta pemberdayaan pasien melalui edukasi yang berkelanjutan.
Penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners FK-KMK UGM, yaitu Dhea Fatika, Ervina Putri, Nimas Syifa, dan Royyan Nur Syahid. Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing akademik Melyza Perdana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., serta Clinical Instructor (CI) Dian Kusumawati, S.Kep., Ns. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi pasien hemodialisis. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan pemberdayaan pasien dalam pengelolaan kesehatannya secara mandiri.
Kontributor: Dhea Fatika Putri, S.Kep., Ervina Putri Az-Zahra, S.Kep., Nimas Syifa Nur Widadsari, S.Kep., Royyan Nur Syahid, S.Kep.
Editor: Melyza Perdana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., Dian Kusumawati, S.Kep., Ns.