“SAHABAT KEMO”: Edukasi Kenali dan Cegah Ekstravasasi pada Pasien Kemoterapi di Tulip ICC RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta

Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “SAHABAT KEMO” dengan tema Sadar dan Hadapi Bahaya Ekstravasasi pada Pasien Kemoterapi pada Rabu (20/05/2026) pukul 11.00 WIB – selesai di Gedung Instalasi Kanker Terpadu (ICC) Tulip lantai 5 RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Stase Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners FKKMK UGM yang terdiri dari Abdulloh, Resitha Amelia Putri, Anggraini Murhanjati, dan Rika Ratnaningrum, di bawah bimbingan Haryani, S.Kp., M.Kes., PhD dan Nazula Fitriana serta didukung oleh bagian Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito (@promkessardjito). Penyuluhan ini diikuti oleh total 35 peserta yang terdiri dari pasien yang sedang menjalani kemoterapi beserta keluarga yang sedang mendampingi selama proses kemoterapi berlangsung.

Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai ekstravasasi, yaitu kondisi keluarnya obat kemoterapi dari pembuluh darah vena ke jaringan sekitar secara tidak sengaja selama proses infus berlangsung. Kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi serius pada pemberian kemoterapi melalui infus yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan apabila tidak segera dikenali dan ditangani dengan tepat.

Materi edukasi meliputi pengertian kemoterapi, pengertian ekstravasasi, penyebab dan faktor risiko terjadinya ekstravasasi, tanda dan gejala awal maupun lanjut, dampak yang dapat ditimbulkan, penanganan awal, hingga dengan cara pencegahan ekstravasasi selama menjalani kemoterapi. Selain itu, edukasi mengenai tanda bahaya yang harus segera dilaporkan kepada tenaga kesehatan, seperti; nyeri yang semakin berat, pembengkakan meluas, muncul lepuh, hingga perubahan warna kulit menjadi kehitaman.

Dalam kegiatan ini, tim penyuluh menggunakan media edukasi berupa presentasi PowerPoint dan liflet untuk memudahkan peserta memahami materi yang disampaikan. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti penyuluhan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif bersama pemateri. Beberapa peserta turut membagikan pengalaman selama menjalani kemoterapi serta menyampaikan berbagai keluhan yang pernah dialami pada area pemasangan infus.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta yang merupakan penyintas kanker turut membagikan pengalamannya selama menjalani kemoterapi. Peserta tersebut menanyakan, “Baik mba, saya merupakan penyintas kanker yang sudah menyelesaikan kemoterapi. Kemarin saat kemoterapi ada hitam-hitam di tangan saya, itu apakah termasuk ekstravasasi ini ya?” ujarnya, dalam sesi diskusi. Pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya rasa ingin tahu peserta sekaligus menjadi bentuk refleksi pengalaman pribadi selama menjalani terapi kemoterapi.

Kegiatan ditutup dengan tambahan dari Nazula Fitriana sebagai bagian kemoterapi dengan penjelasan bahaya dari segala risiko yang dapat terjadi saat kemoterapi namun dapat dicegah sedini mungkin dengan bantuan dari pasien dan keluarga. “Sudah bagus dan baik, yang terpenting tersampaikan jelas serta bermanfaat bagi kita semua” ujar Kepala Ruang Tulip ICC Kemoterapi, Nazula Fitriana, di akhir sesi penyuluhan.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien dan keluarga menjadi lebih memahami tanda dan gejala ekstravasasi serta mampu melakukan tindakan awal secara tepat apabila kondisi tersebut terjadi. Edukasi kesehatan yang diberikan juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pasien terhadap komplikasi kemoterapi sehingga segala risiko yang dapat terjadi selama kemoterapi, salah satunya ekstravasasi, dapat dicegah sedini mungkin.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 10: Berkurangnya kesenjangan. Edukasi kesehatan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Profesi Ners PSIK FFKMK UGM dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien kanker yang menjalani terapi kemoterapi. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga diharapkan proses perawatan pasien dapat berlangsung lebih optimal dan aman sampai dengan selesai pengobatan bagi pasien.

(Kontributor:  Resitha Amelia Putri, S.Kep dan Abdulloh, S.Kep)

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Facebook