RS Pondok Indah Group membuka kesempatan bagi mahasiswa dan alumni UGM untuk mengikuti acara Sosialisasi dan Campus Hiring dengan jadwal berikut:
📅 Rabu, 29 Oktober 2025
⏰ 08.00 WIB – selesai
📍 Ruang U25AB Lantai 2, Gedung Tahir Sayap Utara
Agenda:
08.00: Registrasi peserta
08.15: Sambutan dari UGM
08.30: Pemaparan profil perusahaan RS Pondok Indah Group dan sesi tanya jawab
09.30: Psikotest
12.00: Istirahat
13.00: Interview HRD dan User (berlangsung hingga selesai)
📢 Terbuka untuk seluruh alumni PSIK FKKMK UGM semua angkatan!
💻 Konfirmasi pendaftaran melalui link barcode tertera
Pastikan Anda hadir tepat waktu dan membawa dokumen lengkap untuk proses seleksi. Jangan lewatkan kesempatan berkarir bersama RS Pondok Indah Group!
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi CP Syifa +6289523879948
The Department of Nursing Universitas Gadjah Mada is collaborating with the Faculty of Health, Education, Medicine and Social Care (FHEMS) at Anglia Ruskin University, The United Kingdom in the project “Transnational Education Nurse The United Kingdom – Indonesia (TNE Nurse UKIND)”. This project is a joint project of UGM and ARU as the Going Global Partnership awardee funded by British Council Indonesia.
TNE Nurse UKIND Team Members:
UGM
Syahirul Alim, Ph.D.
Khudazi Aulawi, Ph.D.
Widyawati, Ph.D.
Ariani Arista Putri Pertiwi, DNP
ARU
Dr. Robert Priharjo
Dr. Hephzibah Samuel
Nicola Guthrie, MSc
Dr. Louise Jenkins
The TNE Nurse UKIND aims to enhance collaboration between ARU and UGM in education in nursing competencies that are transferable and relevant to the healthcare systems in Indonesia and the United Kingdom. Starting in January 2022, the Team has held several events: virtual seminars and workshops; join teaching sessions “Pain Assessment and Management” for students; ARU became one of the co-hosts of The 4th International Joint Conference on Nursing (IJCNS) which was held by UGM; as well as the ARU Team’s visit to Indonesia at the end of the year.
During the visit to Indonesia, the ARU Team and the UGM Team carried out various activities offline and hybrid. The activities carried out included meetings with the Vice Dean of Academic and Student Affairs; holding face-to-face workshops; guest lectures; and “Moving and Handling” teaching sessions for lecturers.
The Face-to-face Workshop “Undergraduate Nursing Curriculum and Competencies Benchmarking” is one of the “core activities” of this collaborative project. This workshop was held on November 28th – 29th, 2022. The participants consisted of lecturers from various nursing education institutions in Yogyakarta, Regional INNA and AINEC representatives, as well as representatives from Hospitals. This workshop aims to compare existing nursing education in Indonesia and The United Kingdom by identifying differences and similarities between the two countries from various aspects.
Various collaborative activities carried out by the UKIND TNE Nurse Team involved various parties in the field of nursing education from Indonesia and The United Kingdom. Lecturers, nurse leaders, hospitals, professional organizations, The NMC UK, and students from both universities. This collaborative project will continue in 2023 when the Team plans to hold workshops, focus group discussions, and training which is a follow-up to the activities that have been implemented in 2022.
Pandemi Coronavirus disease-2019 (Covid-19) memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi berbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari berpengaruh terhadap kesehatan individu maupun keluarga, kematian, hingga terganggunya aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Setiap individu dituntut untuk merombak kebiasaan hidupnya yang lama menjadi kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan yang telah disepakati bersama.
Perawat merupakan salah satu profesi yang berjuang untuk mengusahakan kondisi ini dalam situasi terkontrol. Sebagai salah satu pihak yang pertama kali berinteraksi dengan pasien Covid-19, perawat memiliki banyak sekali cerita yang ingin disampaikan. Banyak hal dari pengalaman pasien yang dapat diambil menjadi pelajaran maupun hikmah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun tidak banyaknya sarana dalam menyalurkan semua yang dihadapi sehari-hari berkaitan dengan merawat pasien Covid-19 terkadang menjadi beban tersendiri bagi perawat.
Lintas Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mengadakan Annual Scientific Meeting (ASM) dengan tema “Caring patient with Covid-19: A lesson learnt from survivor and practitioners” pada tanggal 3 April 2021. Acara yang dilaksanakan dengan secara daring tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi perawat maupun penyintas Covid-19 untuk dapat menuangkan perasaan dan pengalamannya dalam menghadapi situasi tidak menyenangkan ini. Peserta diharapkan dapat mengambil hikmah dari cerita yang disampaikan dan pemahaman tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai modal untuk dapat merawat pasien Covid-19 ke depannya.
Covid-19 mengoyak kehangatan cinta keluarga
ASM dibuka dengan mendengarkan pengalaman penyintas Covid-19 yang juga kehilangan pasangan hidup di masa pandemi. Sebagai istri dari pasien yang meninggal pertama di DIY, Prof dr. Adi Utarini, MSc., MPH., PhD menceritakan pergolakan batin yang dialami pada saat itu. Berpulangnya Prof. dr. Iwan Dwiprihasto, M.Med.Sc., PhD menjadi kenyataan pahit yang berusaha ia terima. Belum lagi penyakit Covid-19 yang saat itu menyerang Prof Adi Utarini beberapa saat setelah sang suami meninggal, tentu menyebabkan situasi menjadi tidak mudah. Dengan beberapa kali suara tercekat, Prof Adi Utarini menjelaskan bagaimana perawat berperan dalam mendampinginya untuk menerima dan melewati fase yang tidak mudah baginya saat itu.
Pemateri kedua adalah seorang perawat penyintas Covid-19 yang juga kehilangan pasangan hidupnya karena pandemi ini. Ibu Nelly Tristiana, S.Kep., Ns menjelaskan mengenai pengalamannya pada saat menderita Covid-19 dan perubahan yang terjadi di hidupnya. Sebagai seorang perawat, Ibu Nelly yang juga seorang Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB DIY, menjelaskan mengenai pandangan seorang pasien pada saat itu namun juga dari sudut pandang seorang perawat.
Bukan beban yang ringan
Setelah mendengarkan dua sudut pandang dari penyintas Covid-19, baik dari seorang yang bukan perawat dan seorang perawat, sesi selanjutnya adalah mendengarkan penjelasan pengalaman dari seorang perawat yang sehari-hari berjibaku merawat pasien Covid-19. Purwadi Sujalmo, S.Kep., Ns., M.Kep menjelaskan mengenai bagaimana Rumah Sakit Akademik UGM merespon kondisi pandemi dengan membuka ICU khusus Covid-19. Pada penjelasannya, perawat yang biasa dipanggil Ipung ini menceritakan pengalaman suka dan duka yang ia alami ketika merawat pasien. Tidak jarang rasa bersalah karena merasa tidak mampu menyelamatkan pasien membebani pikirannya. Belum lagi ketika bertemu dengan pasien yang masih dalam fase denial dan belum kooperatif, perawat merasakan tantangan yang sangat luar biasa. Hal tersebut karena keluarga pasien menitipkan langsung keluarganya kepada perawat.
Paradigma Keperawatan
Sesi terakhir disampaikan oleh Ariani Arista P., S.Kep., Ns., MAN., DNP yang menjelaskan mengenai kondisi yang disampaikan oleh ketiga narasumber dari sudut pandang teori keperawatan. Beberapa teori yang disampaikan meliputi paradigma keperawatan, grieving process, dan teori komunikasi terapeutik. Sesi ini menjadi pengingat bagi perawat untuk dapat melihat situasi pandemi yang dihadapi dengan kacamata keilmuan perawat. Diharapkan sesi ini dapat membantu perawat untuk selanjutnya dapat merawat pasien Covid-19 sesuai teori keperawatan.
Banyak hal terjadi di kondisi pandemi ini. Namun semua kembali ke kita, apakah akan mengambil pembelajaran atau hanya membiarkannya menjadi pengalaman saja tanpa ada sesuatu yang bisa diambil. (Hersinta/KDE)
Yogyakarta – Delegasi Departemen Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan, dan Keperawatan UGM melaksanakan kunjungan akademik ke Jepang pada 19–28 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama di bidang Pendidikan Kesehatan yang diarahkan pada penyelenggaraan program Double Degree Magister Keperawatan FK-KMK UGM dengan Chiba University, dan Kobe University, penyelenggaraan kegiatan ilmiah (seperti post graduate forum dsb, benchmarking penyelenggaraan Program Spesialis Keperawatan yang akan berdampak pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan bagi semua.
Kunjungan ke Chiba University HospitalKunjungan ke Tohoku University
Delegasi yang terdiri atas Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., M.N.Sc., PhD, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., PhD, dan Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., PhD, mengunjungi empat institusi: Chiba University, Kobe University, Tohoku University, serta Kobe University International School (KUIS).
Di Chiba University, delegasi melakukan benchmarking program Certificate Nurse Specialist (CNS), mencakup persyaratan sertifikasi, domain kompetensi, serta struktur kurikulum perawat spesialis. Delegasi juga meninjau praktik klinis di Chiba University Hospital.
Kunjungan ke Kobe University difokuskan pada penyesuaian kurikulum program magister sesuai Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 serta finalisasi Memorandum of Agreement (MoA) terkait Dual Degree Program. Kobe University turut membuka peluang pendampingan beasiswa bagi mahasiswa UGM.
Sementara itu, Tohoku University memaparkan berbagai program unggulan di Graduate School of Medicine. Kedua institusi membahas peluang kolaborasi dalam riset dan mobilitas dosen serta mahasiswa.
Kunjungan ke KUIS membahas rencana student mobility pada Februari 2026 dan rencana kunjungan balik mahasiswa UGM pada September 2026. Delegasi juga mengunjungi Kobe City of Nursing School untuk melihat model pendidikan vokasi keperawatan.
Rangkaian kunjungan akademik ini menunjukkan komitmen kuat Departemen Keperawatan FK-KMK UGM dalam mengembangkan ekosistem pendidikan keperawatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. Selain memperluas jejaring, kunjungan ini memberikan wawasan strategis terkait pengembangan kurikulum, skema sertifikasi perawat spesialis, serta peluang penelitian dan mobilitas internasional.
Upaya ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas lulusan, mutu riset, dan kontribusi Departemen Keperawatan FK-KMK UGM terhadap layanan kesehatan nasional maupun internasional—serta memperkuat posisi departemen dalam kontribusi terhadap SDG 3, SDG 4, dan SDG 17.
#SDGs #SDG 3: Good Health and Well-Being #SDG 4: Quality Edication #SDG 17: Partnership for the Goals
Departemen Keperawatan FK-KMK UGM diundang untuk menghadiri COVID-19 International Conference yang diselenggarakan oleh Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support secara daring. International conference ini diselenggarakan pada tanggal 20-21 Februari 2021 dan diikuti oleh anggota Kobe UNESCO chair yaitu tim Indonesia (UGM), tim Malaysia (UTAR & MERCY Malaysia), tim Thailand (MFU & NIDC), tim Taiwan (NKUST), dan tim Jepang (Kobe University). Sebanyak 4 dosen keperawatan dan 6 mahasiswa magister keperawatan FK-KMK UGM terlibat aktif dalam presentasi dan mixed group discussion tentang pengalaman berbagai negara dari perspektif para pemuda selama masa pandemi COVID-19. Selain itu, mahasiswa dan dosen juga mendiskusikan isu-isu gender dan populasi rentan yang terkena dampak selama masa pandemi, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi, serta bagaimana kita bisa bangkit “Build Back Better” di masa mendatang. Harapan dari kegiatan ini para akademisi dan pemuda di seluruh dunia leaving no one behind.
Sejak tahun 2018, Kobe University UNESCO Chair: Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction Support bekerjasama dengan Departemen Keperawatan FK-KMK UGM untuk menyelenggarakan Summer Course “Gender and Vulnerability in Disaster Risk Reduction” setiap tahunnya di Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Summer Course yang sejatinya dilaksanakan pada Agustus 2020 harus dibatalkan karena pandemi COVID-19. Kemudian anggota UNESCO chair berinisiatif untuk mengganti Summer Course dengan kegiatan International Conference ini. Walaupun diselenggarakan secara daring, seluruh anggota UNESCO sangat antusias dan senang dapat tetap terhubung di masa yang penuh tantangan pandemi.
Rumah Sakit Awal Bros membuka kesempatan bagi tenaga profesional dan berdedikasi tinggi untuk bergabung bersama kami dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Kami membuka lowongan pekerjaan untuk posisi ners. Adapun informasi lengkap dapat dilihat di bawah.
Ayo, daftarkan dirimu segera..
NEGARA MEMANGGILMU!
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) membuka pendaftaran calon Perwira Prajurit Karier (PK) Tahun Anggaran 2021.
Daftar Kebutuhan Program Studi/Jurusan Penerimaan Pa PK Reguler TNI TA 2021
NO
JURUSAN
PRIA
WANITA
S-1
D-4
S-1
D-4
1
Kedokteran Umum
✔
✔
2
Kedokteran Gigi
✔
✔
3
Gizi
✔
✔
4
Fisioterapi
✔
5
Keperawatan Anastesiologi
✔
6
T. Elektro Medis
✔
7
Perawat Gigi
✔
✔
8
Teknik Gigi
✔
9
Farmasi/Apoteker(Apt)
✔
✔
10
Keperawatan (Ners)
✔
11
Radiologi
✔
12
Kebidanan
✔
13
Arsitektur
✔
✔
14
T. Bangunan Kapal
✔
15
T. Geodesi
✔
16
T. Elektro
✔
17
T. Elektronika
✔
18
T. Geografi
✔
19
T. Kimia
✔
20
T. Mesin
✔
21
T. Penerbangan
✔
✔
22
T.Aeronautika
✔
23
T. Perkapalan
✔
24
T. Metalurgi / Logam
✔
25
T. Sipil
✔
26
T. Meteorologi
✔
27
T. Perminyakan
✔
28
T. Pengaturan / Kontrol
✔
29
T. Otomotif
✔
30
T. Planologi
✔
31
T. Industri
✔
32
T. Manajemen Industri
✔
33
T. Telekomunikasi
✔
34
T.Informatika
✔
35
T. Komputer
✔
36
T. Broadcasting TV / Film / Penyiaran
✔
37
Teknologi Informasi
✔
38
Teknologi Pendidikan
✔
39
Manajemen Informatika
✔
40
Sistem Informasi
✔
✔
41
Rekayasa Keamanan Siber
✔
42
Ilmu Komputer
✔
43
Fisika Instrumentasi
✔
44
Biologi
✔
45
Matematika
✔
46
Statistik
✔
47
Sejarah
✔
✔
48
Nautika
✔
49
Desain Grafis
✔
50
Ilmu Jurnalistik
✔
51
Seni Musik (Orchestra)
✔
✔
52
Tata Boga
✔
53
Psikologi
✔
✔
54
Humas / Public Relations
✔
55
Hubungan Internasional
✔
56
Administrasi Negara
✔
57
Hukum Pidana
✔
✔
58
Hukum Perdata
✔
59
Hukum Internasional
✔
60
Hukum Tata Negara
✔
61
Kriminologi
✔
62
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)
✔
63
Dik Kepelatihan
✔
64
Olahraga & Rekreasi
✔
65
Pendidikan Hindu
✔
66
Filsafat Theologi Katolik (Pastor)
✔
67
Katekese
✔
68
Manajemen Transportasi Laut
✔
69
Manajemen Logistik
✔
70
Manajemen Keuangan
✔
✔
71
Manajemen Akuntansi
✔
72
Akuntansi Keuangan
✔
✔
73
Bahasa Inggris
✔
✔
74
Bahasa Indonesia
✔
75
Bahasa Arab
✔
76
Sandi Negara
✔
77
PLLU / ATC
✔
Persyaratan Pa PK TNI TA 2021
Warga Negara Indonesia Pria/Wanita, bukan prajurit TNI/POLRI/PNS.
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.
Tinggi badan minimal pria 163 cm dan waniŁa 157 cm, dengan berat badan seimbang.
Telah lulus dan berijazah S-1 Profesi/S-I/D-4 dari Perguruan tinggi Negeri atau Swasta sesuai Jurusan / Program Studi yang ditentukan
Berumur setinggi-tingginya :
a. 30 tahun bagi yang berijazah S-1/ D-4.
b. 32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi.
Untuk jurusan / program studi Akreditasi “A” IPK minimal 2,80 bagi yang berijazah D-4, S-1 dan S1 profesi.
Untuk jurusan / program studi Akreditasi “B” IPK minimal 3,00 bagi yang berijazah D-4, S-1 dan S-1
Bagi jurusan Kedokteran Umum/Gigi telah berijazah S-1 Profœi dan telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter/Dokter Gigi dan melampirkan hasil uji Kompetensinya (Minimal Akreditasi “B”.
Berstatus belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengîkuti Dikma, kecuali bagi pendaftar berprofesi Dokter Umum diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita yang berprofesi Dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak atau hamil selama menjalani Dikma.
Membawa fotocopy sertifikat akreditasî program studi yang dikeluarLan oleh Ban PT.
Bersedia ditugaskan di seluruh wilayah NKRI.
Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dari instansinya dan sanggup membuat pemyataan diberhentikan dengąn hormat dari pimpinan instansi yang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.
Menyertakan Surat Keterangan bersih Diri (SKBD).
Membawa Surat keterangan bebas Narkoba dan surat kesehatan dari Rumah Sakit Pemerintah.
Wajib membawa surat keterangan Bebas Covid-19 dan melampirkan/menunjukkan Sertifikat Vaksin pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran melalui Aplikasi PeduliLindungi.
Mekanisme Pendaftaran
Calon mendaftar secara online melalui internet dengan website https://rekrutmen-tni.mil.id dan mengisi formulir pendaftaran.
Daftar ulang secara fisik ke tempat pendaftaran yang telah ditentukan dengan menunjuk-kan cetakan formulir pendaftaran. Pada saat melakukan daftar ulang secara fisik, calon diharuskan membawa kelengkapan dokumen asli sebagai berikut:
Akte kelahiran
KTP calon
KTP orang tua/wali
Kartu Keluarga (KK)
Ijazah dan SKHUN SD, SLTP, SLTA, Raport SLTA Sederajat
Rapor SMA/MA sederajat
Daftar riwayat hidup
SKCK dan SKBD
Surat lamaran menjadi prajurit (tulis tangan dengan tinta biru, dan bermaterai)
Surat keterangan peserta UN (Ujian Nasional)
Pas foto hitam putih dan berwarna (pakaian kemeja) ukuran 4×6: 20 lembar, 3×4: 10 lembar, dan 2×3: 10 lembar
Sebagai tambahan, calon diwajibkan membawa surat Bebas Covid-19
Bagi yang pindah domisili membawa surat keterangan pindah domisili dari kelurahan/kecamatan
Masing-masing dokumen di-fotocopy satu lembar dan dilegalisir