Menebar Manfaat Melalui Edukasi Kesehatan “Jantung Sehat, Hidup Lebih Kuat”

Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Jantung Sehat, Hidup Lebih Kuat” merupakan salah satu upaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-being (kehidupan sehat dan sejahtera). Penyuluhan ini berfokus pada edukasi perawatan serta pencegahan kekambuhan pada pasien gagal jantung, yang merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka kejadian dan rawat ulang yang cukup tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 pukul 09.00 WIB di Poli Jantung Gedung Pusat Jantung Terpadu, RSUP Dr. Sardjito, dengan melibatkan pasien dan keluarga sebagai peserta utama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif yang menitikberatkan pada pemberdayaan pasien. Pendekatan edukatif yang digunakan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran individu terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dalam membentuk perilaku hidup sehat.

Pelaksanaan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakit gagal jantung, memberikan pemahaman tentang pentingnya perawatan mandiri di rumah, serta mendorong upaya pencegahan kekambuhan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Materi yang disampaikan mencakup pengertian dan penyebab gagal jantung, tanda dan gejala kekambuhan seperti sesak napas, pembengkakan pada ekstremitas, dan kelelahan, serta pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pola makan sehat rendah garam dan lemak, aktivitas fisik ringan yang teratur, serta pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri seperti pengukuran berat badan dan tekanan darah secara rutin. Penekanan juga diberikan pada pentingnya deteksi dini terhadap perubahan kondisi klinis sebagai langkah antisipatif terhadap komplikasi yang lebih serius. Edukasi ini dirancang secara sistematis agar mudah dipahami oleh berbagai latar belakang peserta, termasuk keluarga sebagai pendamping utama pasien. Dengan keterlibatan keluarga, diharapkan terjadi dukungan sosial yang optimal dalam proses perawatan pasien di rumah.

Melalui perencanaan yang matang, tim yang terdiri dari Devi Kaerani, Zufa Pasha Sabina, Aniq Zulfia Nur, dan Marginingsih ini mampu menghadirkan edukasi yang menarik dibawah bimbingan Ibu Sujiati, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Preceptor dan Bpk. Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB. dari Departemen Keperawatan medikal Bedah FKKMK. Kegiatan ini juga menggandeng Unit Promosi Kesehatan RSUP. Dr. Sardjito.Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Untuk mendukung pemahaman, peserta juga diberikan media edukasi berupa leaflet yang dapat digunakan sebagai panduan di rumah. Selain itu, penggunaan bahasa yang komunikatif dan contoh kasus yang relevan turut meningkatkan efektivitas penyampaian materi.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien mampu mengenali tanda-tanda awal kekambuhan, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Oleh karena itu, angka kekambuhan dan rawat inap ulang dapat ditekan, sehingga kualitas hidup pasien gagal jantung menjadi lebih baik. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya tujuan SDGs dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi semua. Lebih lanjut, keberlanjutan kegiatan serupa perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari program edukasi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, diharapkan intervensi edukatif ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengelolaan penyakit kronis di masyarakat.

 

Kontributor: Devi Kaerani, S.Kep; Zufa Pasha Sabina, S.Kep; Aniq Zulfia Nur, S.Kep; Marginingsih, S.Kep; Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB.

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Facebook