Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali melaksanakan kegiatan terapi Sujok pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang tunggu Instalasi Central Care (ICC) RSUP Dr. Sardjito sebagai bagian dari implementasi pembelajaran praktik dalam Program Magang Terapi Sujok (PLPS PMTS).
Sebanyak 24 mahasiswa berpartisipasi sebagai terapis dalam kegiatan ini, dengan memberikan layanan kepada sekitar 25–30 pasien yang terdiri dari pengunjung rumah sakit, keluarga pasien, serta tenaga pendukung di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk integrasi antara pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah koordinasi Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas. Pendampingan dilakukan guna memastikan bahwa terapi yang diberikan sesuai dengan prinsip keamanan, pendekatan ilmiah, serta praktik berbasis bukti.
Sebagian besar pasien yang mengikuti terapi mengeluhkan nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri pada bahu, punggung, pinggang, serta telapak tangan dan kaki. Keluhan tersebut umumnya disebabkan oleh aktivitas sehari-hari maupun kelelahan fisik. Terapi Sujok yang diberikan meliputi stimulasi titik korespondensi menggunakan probe, penempelan biji, serta kombinasi dengan terapi magnet dan Elastic Wire Colour Therapy (EWCT).
Salah satu temuan menarik dalam kegiatan ini adalah adanya respons cepat terhadap penurunan nyeri pada beberapa pasien. Seorang pasien dengan keluhan nyeri pinggang dengan skala nyeri 7 (skala 0–10) melaporkan penurunan nyeri menjadi skala 4 setelah mendapatkan terapi selama kurang lebih 10 menit. Selain itu, pasien lain dengan keluhan nyeri pada telapak kaki juga mengalami penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 2 setelah intervensi yang sama. Hal ini menunjukkan potensi terapi Sujok sebagai intervensi yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri secara cepat.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pasien, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam melakukan asesmen, menentukan titik terapi, serta mengasah keterampilan komunikasi terapeutik dengan pasien. Selain itu, mahasiswa juga belajar untuk menerapkan pendekatan holistik dalam memberikan asuhan keperawatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menyadari bahwa terapi seperti Sujok dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kesejahteraan pasien secara menyeluruh.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan yang aman dan berbasis bukti.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik yang aplikatif, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit. Ke depan, diharapkan terapi Sujok dapat semakin dikenal dan diintegrasikan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan.
Kontributor: Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD, Arrifa Ilyana Cholarin, Artalitha Bintang Maulidina