Program PLPS Mahasiswa Keperawatan FK-KMK UGM Hadirkan Terapi Sujok di Posyandu Mantrijeron Guna Tingkatkan Kesehatan Lansia

Pada tanggal 12 Mei 2026 mahasiswa PSIK FK-KMK UGM telah melakukan pelayanan kesehatan berupa terapi sujok di Posyandu Lansia Mantrijeron, Yogyakarta sebagai wujud nyata dari integritas kegiatan pengajaran dan pengabdian masyarakat (pengabmas). Kegiatan ini diselenggarakan dibawah naungan PLPS Program Magang Terapi Sujok FK-KMK UGM yang dikoordinasikan oleh Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD,. Dimana hal ini dapat bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu akademis dengan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa terlibat aktif memberikan intervensi terapi sujok kepada lansia di Mantrijeron dan memastikan efektivitas penanganan sekaligus mengumpulkan data klinis yang diperlukan untuk pengembangan riset kesehatan berbasis terapi komplementer. Melalui dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan lansia di wilayah Mantrijeron mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal sembari memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan praktis mereka di lapangan.  

Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta. Berdasarkan data yang tercatat, terlihat bahwa keluhan dominan adalah nyeri pada area kaki, lutut, punggung, dan ekstremitas atas. Keluhan berikutnya adalah pegal/kaku yang umumnya berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebas/kesemutan juga cukup signifikan dan sering muncul bersamaan dengan keluhan nyeri pada area ekstremitas. 

Setelah dilakukan terapi sujok, sebagian besar peserta melaporkan keluhan yang dirasakan mulai berkurang dan tubuh menjadi lebih nyaman. Hal ini menunjukkan bahwa terapi sujok memberikan manfaat langsung bagi peserta. Selain itu, kegiatan terapi ini mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan, serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap kesehatan dan kualitas hidup. 

Data tersebut menunjukkan bahwa terapi sujok berpotensi menjadi pendekatan relevan yang dapat membantu mengurangi keluhan melalui stimulasi titik refleksi pada tangan dan kaki. Terapi sujok ini dapat diintegrasikan dengan pengobatan lain secara aman dan juga dapat dilakukan secara sederhana. Dalam praktiknya, mahasiswa melakukan berbagai teknik terapi sujok, seperti pemijatan dengan probe, penempelan biji dan magnet, serta penggunaan Elastic Wire Colour and Therawave Therapy (EWCT) pada area tangan dan kaki. 

Program ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pendekatan promotif dan komplementer untuk meningkatkan kesehatan lansia. SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan dengan mendukung penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan komunitas dalam pelaksanaan program kesehatan berkelanjutan.

(Kontributor: Herawati Kahartan, Izdihar Najwa, dan Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD.)

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Facebook