Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (PSIK FK-KMK UGM) melaksanakan kegiatan pelayanan terapi komplementer melalui Program Magang PLPS Terapi Sujok di wilayah kerja Puskesmas Depok 3, Sleman, Yogyakarta. Program ini berada di bawah koordinator Prof. Intansari Nurhannah S.Kp., M.NSc., PhD. Kegiatan yang berlangsung pada 13 Mei 2026 di posyandu wilayah Caturtunggal ini dilaksanakan sebagai bentuk integrasi antara pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik pelayanan kesehatan secara langsung.
Sebanyak sembilan mahasiswa terlibat sebagai terapis dan memberikan pelayanan kepada kurang lebih 30 masyarakat dengan berbagai keluhan kesehatan. Pelaksanaan terapi dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan kesehatan posyandu selesai sehingga masyarakat yang telah menjalani pengecekan kesehatan dapat langsung memperoleh terapi sebagai tindak lanjut pelayanan.
Salah satu kasus yang cukup menarik dalam kegiatan ini adalah Ny. S, seorang pasien berusia 43 tahun yang mengeluhkan kesemutan pada telapak kaki kirinya. Keluhan tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-harinya, terutama saat duduk dalam waktu yang lama. Sebelum dilakukan intervensi, pasien menyampaikan bahwa sensasi kesemutan muncul secara konsisten dan terasa mengganggu.
Intervensi dilakukan selama kurang lebih 20 menit melalui stimulasi pada titik korespondensi area telapak kaki kiri menggunakan probe terapi Sujok. Selama proses terapi, pasien tampak kooperatif dan mengikuti arahan yang diberikan oleh mahasiswa. Setelah intervensi selesai, pasien melaporkan adanya penurunan intensitas keluhan secara subjektif. Perubahan ini juga tampak dari ekspresi nonverbal pasien yang terlihat lebih rileks dan menunjukkan respons positif setelah terapi diberikan.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa terapi Sujok berpotensi menjadi salah satu pendekatan komplementer yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan pasien. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan praktik, komunikasi terapeutik, serta kemampuan memberikan asuhan secara holistic.
Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
(Kontributor: Putri Adanya Riszky, Syarif Kurniawan Putranto, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., PhD.)