Sleman, 6 Juni 2026 – Karakteristik geografis dan demografis Indonesia menyebabkan wilayah Indonesia memiliki kerentanan yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Bencana yang terjadi di Indonesia kerap menimbulkan banyak kerugian, mulai dari kerugian materi hingga korban jiwa. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa kerugian yang dialami saat terjadi bencana juga disebabkan oleh kurangnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan terkait kesiapsiagaan kebencanaan menjadi hal penting yang perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut juga menuntut tenaga kesehatan untuk memiliki kompetensi dalam penanganan kegawatdaruratan dan kebencanaan.
Program Studi Ilmu Keperawatan, FK-KMK, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pembelajaran Luar Program Studi (PLPS) Disaster Nursing sebagai bagian dari pengembangan kompetensi yang lebih komprehensif dan aplikatif pada mahasiswa keperawatan dalam hal pencegahan dan kesiapsiagaan bencana. Mahasiswa PLPS Disaster Nursing mengikuti beberapa rangkaian program pembelajaran, salah satunya pembelajaran langsung di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga pemerintahan daerah yang memiliki peran dalam penyusunan kebijakan kebencanaan, penyebaran informasi terkait bencana, pelaksanaan kegiatan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana , penanganan keadaan darurat bencana, serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kegiatan pembelajaran di Kantor BPBD DIY diikuti oleh delapan mahasiswa dan dilaksanakan pada tanggal 4 -19 Mei 2026. Mahasiswa melakukan observasi langsung di Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops), Tim Reaksi Cepat (TRC), Gudang Logistik, dan Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PKRR)
Selama periode PLPS di BPBD DIY, mahasiswa belajar mengenai struktur organisasi BPBD beserta tugas pokok dan fungsinya, alur koordinasi antar bidang internal BPBD maupun eksternal, rencana kontingensi bencana, program Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana), instrumen penilaian ketangguhan kalurahan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari alur atau sistem pelaporan insiden di TRC, koordinasi antar relawan dengan TRC, fungsi Pusdalops, dan alur logistik ketika terjadi insiden atau bencana. Mahasiswa memperoleh pemahaman nyata langsung dari lapangan yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana. Selain itu, mahasiswa juga memahami begitu pentingnya koordinasi lintas profesi untuk menangani bencana, baik sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Program PLPS Disaster Nursing tidak hanya memberikan pengetahuan dan kompetensi profesional mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s), yaitu pada poin 3 (Good Health and Well-being), poin 4 (Quality Education), dan poin 13 (Climate Action). Pembelajaran yang diperoleh dalam program ini diharapkan dapat menjadi bekal penting untuk mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon tenaga kesehatan yang tangguh, sigap, dan mampu bekerja secara adaptif saat terjadi krisis untuk mewujudkan poin-poin SDG’s.
(Kontributor: Siti Rochmatul Chasanah, Febrianisa Asti Salsabilla)