Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan Peminatan Jiwa FK-KMK Universitas Gadjah Mada beranggotakan 5 orang yaitu Andi Mutiara Muthahharah, Fattiya Nurul Izzah, Hendrikus Novianus Jimmye, Juminawati dan Mazhar Ali Khan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa terapi aktivitas kelompok (TAK) berbasis art therapy di Dusun Jogonalan Kidul, Bantul, pada Sabtu (16/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan rehabilitatif kesehatan jiwa masyarakat melalui pendekatan kreatif dan suportif berbasis komunitas. Kegiatan yang diikuti oleh 11 peserta tersebut mengangkat terapi seni melukis pada media canvas totebag sebagai sarana penguatan interaksi sosial, ekspresi emosi, serta peningkatan relaksasi. Melalui pendekatan ini, peserta diberikan ruang aman dan nyaman untuk mengekspresikan perasaan secara nonverbal melalui warna, gambar dan kreativitas personal.
Sebelum sesi melukis dimulai, peserta diberikan edukasi singkat mengenai kesehatan mental serta manfaat terapi seni dalam meningkatkan interaksi sosial. Selanjutnya, peserta dibimbing secara langsung oleh mahasiswa Magister Keperawatan FK-KMK UGM selama proses melukis berlangsung. Pelaksanaan art therapy dilakukan dengan pendekatan ekspresi bebas tanpa penilaian terhadap hasil karya. Pendekatan tersebut bertujuan membantu peserta merasa lebih rileks, percaya diri, dan nyaman dalam menyampaikan emosi yang sulit diungkapkan secara verbal. Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat dan interaktif.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari implementasi intervensi seni berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Departemen Keperawatan Jiwa FK-KMK UGM. Art therapy dinilai memiliki potensi sebagai intervensi nonfarmakologis yang aplikatif dalam mendukung kesehatan mental masyarakat, khususnya pada kelompok rentan dan komunitas di wilayah rural. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister Keperawatan UGM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta memiliki alternatif positif untuk mengelola stress dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 17: Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan, berupa kolaborasi dengan institusi terkait, dalam hal ini puskesmas di berbagai wilayah.
Kegiatan ini turut mengundang segenap tim dari Puskesmas termasuk Kepala Puskesmas Kasihan II. Diharapkan dengan terjalinnya Kerjasama dengan Puskesmas, kader, institusi Pendidikan, dan komunitas dapat meningkatkan sustainability atau keberlanjutan kegiatan ini di Masyarakat.
(Kontributor: Azam David Saifullah, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D)