Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan penyuluhan kesehatan bertema “Pentingnya Mobilisasi Dini pada Pasien Pascaoperasi” di Ruang Srikandi 3 Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah (KMB) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pentingnya mobilisasi dini sebagai upaya mempercepat proses pemulihan setelah menjalani tindakan operasi.
Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh Aisyah Rizkina Aditya Lusiana, S.Kep., Eva Fitriyani, S.Kep., Faiza Azahra Rahmalia Rozi, S.Kep., dan Rahima Syifa Kautsarani, S.Kep. di bawah bimbingan dosen Keperawatan Medikal Bedah, Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D. Penyuluhan diikuti oleh 9 pasien dan anggota keluarga pasien pascaoperasi yang sedang menjalani perawatan di Ruang Srikandi 3 RSA UGM.
Mobilisasi dini merupakan salah satu komponen penting dalam perawatan pascaoperasi yang dilakukan secara bertahap sejak kondisi pasien dinyatakan stabil. Melalui mobilisasi dini, pasien didorong untuk mulai melakukan latihan pernapasan, mengubah posisi di tempat tidur, duduk, berdiri, hingga berjalan sesuai kondisi klinis dan kemampuan masing-masing. Penerapan mobilisasi dini terbukti membantu meningkatkan sirkulasi darah, mempertahankan kekuatan otot, memperbaiki fungsi pernapasan dan saluran cerna, serta menurunkan risiko berbagai komplikasi pascaoperasi, seperti pneumonia, trombosis vena dalam, luka tekan, dan penurunan kemampuan fungsional.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian, manfaat, tahapan mobilisasi dini yang aman, waktu pelaksanaan yang tepat, tanda bahaya yang perlu diwaspadai selama mobilisasi, serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi pasien selama proses pemulihan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media leaflet yang disusun dengan bahasa sederhana dan dilengkapi ilustrasi agar mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga.
Selama sesi diskusi, pasien dan keluarga tampak aktif menyimak penjelasan serta mengajukan beberapa pertanyaan mengenai waktu yang tepat untuk mulai bergerak setelah operasi, tahapan mobilisasi yang aman, serta kondisi yang mengharuskan pasien menghentikan mobilisasi dan segera melapor kepada tenaga kesehatan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat untuk memahami langkah-langkah pemulihan yang aman sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap program mobilisasi dini selama masa perawatan.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi peran mahasiswa Profesi Ners sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan berbasis bukti kepada pasien dan keluarga. Selain mendukung proses penyembuhan pasien, penyuluhan ini juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Pelaksanaan penyuluhan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan dan pencegahan komplikasi pascaoperasi. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami kepada masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam penyelenggaraan pendidikan profesi sekaligus pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini diharapkan pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya mobilisasi dini serta mampu menerapkannya secara benar, aman, dan bertahap sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterlibatan keluarga, proses pemulihan pascaoperasi diharapkan berlangsung lebih optimal, risiko komplikasi dapat diminimalkan, dan kualitas hidup pasien setelah operasi dapat terus ditingkatkan.
(Kontributor: Arifin Triyanto, S.Kep., Ns. M.Kep., Sp.Kep.M.B.)