Yogyakarta, tim penyuluhan kepada masyarakat dari Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Yayu Nidaul Fithriyyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Onk mengadakan kegiatan bersama mahasiswa stase keperawatan medikal bedah untuk edukasi perawatan luka pascaoperasi kanker di Poliklinik Kemoterapi RSUP Dr. Sardjito, Rabu (14/10/2026).
Penyuluhan dilaksanakan di Unit Tulip, International Cancer Care (ICC) lantai 6 bekerja sama dengan tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP Dr. Sardjito dengan total jumlah peserta 32 orang. Pemateri ibu Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D., mengawali kegiatan dengan menjelaskan cara menjaga kebersihan luka, penggunaan balutan yang tepat, serta tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai, seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri yang semakin berat, keluarnya nanah, dan demam.
Suasana penyuluhan semakin interaktif ketika mahasiswa profesi Sukma Luthfi mengajak peserta mengikuti permainan tebak mitos dan fakta. Peserta diminta menanggapi sejumlah pernyataan mengenai perawatan luka, mulai dari penggunaan minyak atau ramuan tradisional, pantangan makan telur, hingga penggunaan antibiotik. Setiap jawaban kemudian dibahas bersama untuk meluruskan pemahaman yang kurang tepat.
Salah satu pembahasan menarik adalah anggapan bahwa telur harus dihindari setelah operasi. Padahal, telur merupakan sumber protein yang membantu proses penyembuhan luka, selama tidak ada alergi atau pembatasan diet tertentu. Tim juga mengingatkan agar pasien tidak sembarangan mengoleskan bahan alami pada luka karena berisiko menyebabkan iritasi maupun kontaminasi. Apabila luka mengeluarkan cairan berbau, bernanah, atau disertai tanda infeksi lainnya, pasien dianjurkan segera memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan.
Dalam sesi diskusi, peserta turut berbagi pengalaman selama menjalani pengobatan kanker. Salah seorang peserta menceritakan perjalanan pengobatannya sejak menjalani operasi pada 2017, dilanjutkan dengan kemoterapi, radioterapi, hingga pemeriksaan berkala. Peserta lainnya mengisahkan pengalamannya menjalani pemeriksaan di puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Cerita tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai pentingnya perawatan dan pemantauan kesehatan selama masa pemulihan.
Kegiatan ini juga melibatkan Santi Wahyuningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Onk.; Dr. Anita Kustanti, S.Kep., Ns., M.Kep.; Riska Cahyani Zahra; A. Pratomo Nugroho, A.Md.; serta Anggi Lukman Wicaksana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., bersama mahasiswa profesi Keperawatan Medikal Bedah yang bertugas memandu acara yaitu Arifah Rinno, Mylinda Ayu, Triannisa Maulidya dan Cindy Aria.
Melalui kegiatan ini, tim berharap pasien dan keluarga semakin memahami cara merawat luka secara aman serta tidak mudah mengikuti informasi kesehatan yang belum tentu benar. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui edukasi kesehatan, keterlibatan mahasiswa UGM dan RSUP Dr. Sardjito.
(Kontributor: Yayu Nidaul Fithriyyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Onk)