Kader Tanggap, Masyarakat Selamat: Departemen Keperawatan UGM Latih Kader dan Warga Mengenali dan Melakukan Pertolongan pada Kegawatdaruratan

Yogyakarta, 29 September 2026 – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-28, Departemen Keperawatan UGM menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Kader Tanggap, Masyarakat Selamat” di Griya Lare Utami, Selasa (29/9/2026), pukul 07.30–10.30 WIB. Kegiatan yang diikuti 27 kader dan warga Dusun Bakung serta sekitarnya ini merupakan bagian dari semangat HUT Departemen akeperawatan, “Bersama Melangkah, Berdampak Nyata”.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan pengalaman praktik dalam memberikan pertolongan pertama saat menghadapi situasi kegawatdaruratan yang dapat terjadi di lingkungan sehari-hari. Materi mencakup pengenalan dan penanganan awal henti jantung, tersedak, perdarahan, serta patah tulang.

Rangkaian acara dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta gula darah. Setelah pemeriksaan, peserta mengikuti sesi penyuluhan yang menekankan pentingnya mengenali tanda kegawatan, segera meminta pertolongan, dan melakukan tindakan awal sesuai kemampuan.

Suasana pelatihan semakin interaktif ketika peserta dibagi menjadi dua kelompok praktik. Kelompok pertama mempelajari pertolongan pertama pada henti jantung dengan menggunakan manekin resusitasi jantung paru (CPR). Mereka berlatih mengenali keadaan darurat, memanggil bantuan (call for help), dan melakukan kompresi dada. Sementara itu, kelompok kedua mempraktikkan pembalutan dan pembidaian sebagai langkah awal penanganan perdarahan dan dugaan patah tulang. Kedua kelompok kemudian saling bertukar tempat agar setiap peserta mendapatkan kesempatan mencoba seluruh keterampilan. Pada akhir sesi, peserta mengikuti kompetisi pertolongan pertama pada kasus henti jantung antarkelompok. Kegiatan ini menjadi cara yang menarik untuk mengulang sekaligus memperkuat materi yang telah dipelajari.

Pelatihan ini diharapkan membantu kader dan masyarakat lebih siap menghadapi kejadian darurat, sehingga dapat memberikan respons awal yang cepat dan tepat serta mengurangi risiko kecacatan dan kematian sebelum korban mendapat pertolongan professional.  Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3, “Kehidupan Sehat dan Sejahtera”, melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, dan pelatihan pertolongan pertama, serta SDGs 11, “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan”, melalui penguatan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat (resilient community) dalam menghadapi situasi darurat guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap.

 

(Kontributor: Ardani Latifah Hanum, S.Kep., Ns., M.Sc.)

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Facebook