
Yogyakarta, 20 November 2025 — Sebanyak 14 mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengikuti Student Mobility Program di Graduate School of Nursing, Chiba University, Jepang, pada 5–12 November 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi keperawatan dalam konteks global, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kapasitas lulusan agar berdaya saing global.
Dalam era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan, perawat dituntut tidak hanya unggul dalam praktik klinis, tetapi juga memiliki wawasan lintas budaya, kemampuan kolaborasi internasional, dan pemahaman terhadap dinamika kesehatan global. Melalui program mobilitas ini, mahasiswa berkesempatan belajar langsung di lingkungan akademik bertaraf internasional dan mengamati sistem pelayanan kesehatan yang maju di Jepang, termasuk penerapan teknologi tinggi dalam pelayanan keperawatan.
“Selama mengikuti program di Chiba University, kami tidak hanya belajar konsep keperawatan secara teoritis, tetapi juga melihat langsung bagaimana praktik keperawatan, kolaborasi tim kesehatan, dan penggunaan teknologi diterapkan di rumah sakit pendidikan di Jepang. Pengalaman ini membuka wawasan kami tentang standar praktik keperawatan di tingkat global,” ujar Mohamad Rusdiansyah peserta Student Mobility Program Magister Keperawatan UGM angkatan 2024.
Selama program di Chiba University, mahasiswa mengikuti rangkaian agenda akademik dan profesional, antara lain welcome & orientation serta pengenalan Chiba University dan Graduate School of Nursing beserta gambaran sistem pelayanan kesehatan di Jepang; hospital tour di Chiba University Hospital untuk memahami sistem pelayanan, alur klinis, dan peran perawat dalam tim interprofesional; IPE World Café yang diselenggarakan oleh IPERC sebagai wahana pembelajaran interprofessional education; kunjungan ke Honjo Disaster Prevention Hall untuk memperdalam pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana dan keperawatan bencana; serta kuliah tamu dan sesi pembelajaran khusus, termasuk kuliah Keperawatan Bencana oleh Prof. Miyuki Ishibashi dan kelas Postgraduate Nursing Physical Assessment.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti sesi “learning in your area of specialization” bersama para profesor di Chiba University, antara lain di bidang Community Nursing, Nursing Management, Pediatric Nursing dan Maternity Nursing, serta Medical-Surgical Nursing dan Emergency Nursing. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung, mengkaji kasus, dan membandingkan pendekatan praktik keperawatan di Indonesia dan Jepang. Melalui kombinasi kuliah, diskusi, observasi klinis, dan aktivitas lintas budaya, program ini diharapkan menghasilkan luaran berupa peningkatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa, gagasan pengembangan riset tesis berbasis isu global, serta rekomendasi penguatan praktik keperawatan di Indonesia.
Program ini diikuti oleh 14 mahasiswa Magister Keperawatan angkatan 2024 dari berbagai peminatan, yaitu Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Komunitas, dan Manajemen Keperawatan, serta didampingi oleh dua dosen pendamping lapangan selama program berlangsung.
Setelah kembali ke tanah air, para peserta direncanakan akan membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui seminar, lokakarya, dan integrasi dalam proses pembelajaran di Magister Keperawatan UGM. Dengan demikian, dampak program tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh sivitas akademika dan jejaring praktisi keperawatan yang lebih luas. “Bagi kami, program ini menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memotivasi kami untuk terus mengembangkan diri agar mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan keperawatan di Indonesia,” ungkap Ilany Nandia Chandra salah satu peserta lainnya.
Kegiatan ini juga merefleksikan komitmen Program Studi Magister Keperawatan FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui perluasan akses pembelajaran tingkat tinggi bagi mahasiswa Indonesia di kancah global; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya peningkatan mutu layanan kesehatan berbasis inovasi dan riset ilmiah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi akademik antara Indonesia dan institusi pendidikan luar negeri.